Tutup
EkonomiNews

Fiskal Terbatas, Pemerintah Pacu Optimalisasi Pajak dan Cukai

113
×

Fiskal Terbatas, Pemerintah Pacu Optimalisasi Pajak dan Cukai

Sebarkan artikel ini
ruang-fiskal-makin-kecil,-purbaya:-salah-langkah-sedikit,-dampaknya-langsung-terasa
Ruang Fiskal Makin Kecil, Purbaya: Salah Langkah Sedikit, Dampaknya Langsung Terasa

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan negara. Hal ini disampaikan di tengah kondisi ruang fiskal yang terbatas.

Pemerintah akan terus berupaya mempercepat pertumbuhan pendapatan negara.

“ruang fiskal kita terbatas dan harus dikelola dengan hati-hati. Salah langkah sedikit, maka dampaknya akan langsung terasa,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Menkeu Purbaya berharap direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dapat bekerja maksimal. tujuannya, mengumpulkan seluruh potensi cukai dan pajak untuk masuk ke kas negara.

Purbaya juga menyinggung momen menegangkan saat penutupan APBN 2025. Saat itu, defisit berpotensi menyentuh batas 3 persen.

Defisit APBN 2025 membengkak karena target pendapatan negara tidak tercapai. Sementara, belanja negara terus berjalan untuk menopang program prioritas.

akibatnya, defisit APBN 2025 melonjak ke 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), melampaui asumsi awal 2,53 persen.

“Akibatnya, Pak Prima (Direktur Jenderal Perbendaharaan), Pak Luky (Direktur Jenderal Anggaran) juga enggak bisa tidur sampai jam 12 malam,” ujar Purbaya.

Meski demikian, defisit APBN 2025 akhirnya tercatat 2,92 persen dari PDB atau senilai Rp 695,1 triliun.

Purbaya menyebut ruang fiskal APBN 2026 semakin kecil. Upaya mendorong penerimaan negara melalui pajak dan bea cukai harus terus dioptimalkan.

“Kalau ini beda,karena fiskal space kita semakin kecil,” pungkasnya.