Padang – Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (Unand) kembali melaksanakan pengabdian masyarakat. Tahun ini, program diarahkan untuk mencegah stunting dengan edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita di wilayah kerja Puskesmas Bungus, Kota Padang.
Ketua tim, Ners Yanti Puspita Sari, S.Kep, M.Kep, Ph.D, menegaskan alasan pemilihan Bungus. Data Dinas Kesehatan bersama Puskesmas menunjukkan kasus gizi kurang dan risiko stunting masih tinggi. Fakta ini membuat tim maternitas anak Unand bergerak memberikan pendampingan langsung.
“Masalah stunting dimulai sejak masa kehamilan. Nutrisi yang buruk membuat bayi rawan mengalami gangguan tumbuh kembang,” ujar Yanti.
Tidak hanya di Bungus, kegiatan serupa juga dilakukan di Pustu Timbalun dan Pustu Koto Gadang. Kedua lokasi masuk kategori rawan, sehingga mendapat perhatian khusus.
Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Kesehatan
Di Pustu Timbalun, tim menekankan pentingnya pola makan seimbang untuk ibu hamil. Pemeriksaan kadar hemoglobin serta gula darah turut dilakukan. Hasil awal memperlihatkan sebagian ibu memiliki Hb rendah. Tim pun menyarankan konsumsi zat besi dan perbaikan nutrisi harian.
Sementara itu, di Pustu Koto Gadang, fokus kegiatan diarahkan pada pemantauan tumbuh kembang balita. Metode Denver digunakan untuk mengukur perkembangan sesuai usia anak. Status gizi juga dievaluasi, kemudian diberikan saran tindak lanjut.
Menurut Yanti, ibu hamil dan balita merupakan kelompok paling rentan. Karena itu, intervensi dini melalui edukasi gizi menjadi kunci pencegahan yang berkelanjutan.
Kepala Puskesmas Bungus, dr. Yuli Rilda, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini membantu ibu hamil memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan minimal enam kali.
“Ibu balita juga perlu rutin ke posyandu untuk menimbang berat badan, imunisasi, vitamin A, dan obat cacing,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan suami memperkuat keberhasilan program. Dukungan keluarga mulai dari pemenuhan gizi hingga persiapan persalinan sangat menentukan.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Banyak keluarga hadir, termasuk para suami yang biasanya jarang mengikuti kegiatan kesehatan. Fakta ini menandakan edukasi berbasis keluarga efektif meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi sejak kehamilan.
Unand berkomitmen melanjutkan pemetaan wilayah rawan gizi melalui survei lapangan. Hasil survei digunakan untuk menentukan lokasi pengabdian setiap tahun, sehingga program tetap tepat sasaran dan memberi manfaat luas.







