Tutup
News

Gekrafs Pacu Ekonomi Kreatif, Gelar Kongres Bahas Arah Baru

314
×

Gekrafs Pacu Ekonomi Kreatif, Gelar Kongres Bahas Arah Baru

Sebarkan artikel ini
sumbang-rp-1.300-triliun-buat-pdb,-ekonomi-kreatif-ri-masih-perlu-dipacu
Sumbang Rp 1.300 Triliun Buat PDB, Ekonomi Kreatif RI Masih Perlu Dipacu

Jakarta – Sektor ekonomi kreatif Indonesia akan memasuki babak baru dengan digelarnya Kongres-1 dan Rembuk Kreatif Nasional (Reknas) oleh Gerakan ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs).Acara yang dijadwalkan pada 19-20 Juli 2025 ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan yang lebih komprehensif.

Ketua DPW Gekrafs DKI Jakarta, Farazandi Fidinansyah, pada Jumat (18/7/2025) menyampaikan, agenda ini menjadi penting mengingat kontribusi signifikan sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor ini telah menyumbang lebih dari Rp 1.300 triliun terhadap Produk domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 20 juta tenaga kerja pada 2023.Menurut Farazandi, Kongres dan Reknas diharapkan menjadi wadah untuk memformulasikan kebijakan dan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan. “Mulai dari disrupsi digital, kesenjangan akses pasar, hingga keterbatasan pendanaan bagi pelaku kreatif lokal,” ujarnya dalam keterangannya.

Selain membahas tantangan dan strategi pengembangan, kongres juga akan membahas dinamika kepemimpinan di tubuh Gekrafs. Farazandi menyatakan dukungannya terhadap Ketua Umum DPP Gekrafs saat ini, Kawendra Lukistian, untuk kembali memimpin organisasi tersebut.

“Kami seluruh fungsionaris Gekrafs se-DKI Jakarta telah sepakat dan menyatakan sikap untuk satu barisan mendukung Ketum Kawe, untuk berkenan didorong kembali dalam pencalonan Ketua Umum pada Kongres-1 DPP gekrafs,” kata Farazandi.Ia menambahkan, Gekrafs membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjaga kesinambungan organisasi dan merespons tantangan sektor secara strategis.

Reknas juga akan mempertemukan pelaku dan penggiat ekonomi kreatif dari berbagai daerah untuk merumuskan rekomendasi kebijakan. Sektor ini mencakup 17 subsektor,mulai dari kuliner,fesyen,musik,seni pertunjukan,hingga gim dan konten digital. Farazandi berharap, dengan ekosistem yang luas ini, sektor ekonomi kreatif dapat terus adaptif terhadap perubahan pasar dan teknologi. Kongres dan Reknas Gekrafs 2025 dipandang sebagai momen penting untuk meninjau ulang arah pembangunan ekonomi kreatif nasional, yang telah menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi pascaindustri di Indonesia.