Tutup
EkonomiInvestasiNewsProperti

Gen Z Belanja dan Investasi, Rumah Jadi Pertimbangan Akhir?

484
×

Gen Z Belanja dan Investasi, Rumah Jadi Pertimbangan Akhir?

Sebarkan artikel ini
gen-z-mulai-menyerah-punya-rumah,-duit-habis-buat-belanja-dan-investasi-nekat!
Gen Z Mulai Menyerah Punya Rumah, Duit Habis Buat Belanja dan Investasi Nekat!

Jakarta – Mimpi memiliki rumah sendiri semakin menjauh dari jangkauan generasi muda. Harga properti yang terus meroket tidak sejalan dengan pertumbuhan upah yang stagnan.

Kondisi ini membuat kepemilikan rumah menjadi semakin sulit diwujudkan. Rata-rata usia pembeli rumah pertama kini mencapai 40 tahun.

Fenomena ini menjadi sinyal bahwa pasar perumahan semakin sulit diakses oleh generasi muda. Kekecewaan ini berdampak pada cara Gen Z mengelola keuangan dan memandang masa depan.

Studi terbaru dari Northwestern University dan University of Chicago mengungkap, Gen Z cenderung lebih banyak membelanjakan uang daripada menabung.Mereka juga mengurangi upaya kerja dan mengambil investasi berisiko.

Penelitian Seung Hyeong Lee dari Northwestern dan Younggeun Yoo dari University of Chicago mengutip survei Harris Poll 2024 tentang kondisi pasar properti.

Survei itu menunjukkan bahwa 42 persen warga Amerika Serikat dan 46 persen responden dari Gen Z setuju dengan pernyataan “tidak peduli seberapa keras saya bekerja, saya tidak akan pernah mampu membeli rumah yang benar-benar saya cintai.”

Para peneliti menyebut, generasi muda kini telah melewati ambang batas dan mulai menyerah sepenuhnya terhadap pembelian rumah.

Analis ekonomi kyla Scanlon juga menyoroti fenomena ini dengan menyebut generasi muda menghadapi nihilisme finansial.

kondisi ini membuat mereka mempertanyakan makna American Dream di tengah upah yang stagnan, beban utang pendidikan, dan dominasi korporasi besar.

Scanlon menulis bahwa Gen Z telah menyaksikan American Dream membusuk di depan mata mereka. Pendidikan tinggi menjadi barang mewah, krisis perumahan memperparah biaya hidup, dengan latar belakang stagnasi politik dan kemajuan teknologi yang cepat.

Perubahan perilaku paling nyata terlihat pada kebiasaan menabung dan belanja. Lee dan Yoo menemukan bahwa Gen Z kini lebih banyak membelanjakan uang daripada menyimpannya.

“Kami menemukan bahwa ketika harga rumah naik hingga titik di mana penyewa tidak lagi mampu membeli rumah dalam waktu yang dapat diperkirakan dengan menabung dari upah mereka, para penyewa menyerah pada pembelian rumah dan justru menggunakan tabungan mereka untuk meningkatkan konsumsi,” ungkapnya, seperti dikutip dari Fortune, Minggu, 14 Desember 2025.