Tutup
KarirLifestyle

Generasi Sandwich UMR Jakarta: Cerdas Kelola Keuangan, Hindari Defisit

3166
×

Generasi Sandwich UMR Jakarta: Cerdas Kelola Keuangan, Hindari Defisit

Sebarkan artikel ini
cara-kelola-uang-bagi-sandwich-generation-bergaji-umr
Cara Kelola Uang Bagi Sandwich Generation Bergaji UMR

Jakarta – Generasi sandwich, kelompok yang menanggung beban finansial untuk diri sendiri, orang tua, dan anak, harus pintar-pintar mengatur keuangan, terutama jika hanya mengandalkan gaji UMR.

Gaji UMR seringkali terasa pas-pasan.bagaimana cara mengelola keuangan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan dan menabung?

Perencana keuangan menyarankan untuk membuat skala prioritas pengeluaran. Tujuannya, mencegah anggaran bocor dan memastikan kebutuhan utama terpenuhi.Prioritaskan menabung sebelum berbelanja.”Intinya, tabung dulu, baru belanja.Kalau menunggu sisa, hampir pasti enggak ada,” kata seorang perencana keuangan.

Berikut contoh alokasi gaji UMR yang bisa diterapkan:

50-55% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, kontrakan, pulsa).
10-15% untuk orang tua/keluarga (usahakan nominal tetap).
10% untuk tabungan/dana darurat (minimal Rp300 ribu-Rp500 ribu per bulan).
5-10% untuk proteksi dan investasi ringan (BPJS kesehatan jangan sampai putus).
Maksimal 15% untuk cicilan/utang.
5% untuk hiburan.Dana darurat sangat penting, bahkan bagi mereka yang bergaji UMR. Sumbernya bisa didapatkan dari lembur, THR, atau bonus.

Menabung receh, misalnya Rp10 ribu-Rp20 ribu per hari, bisa menghasilkan Rp300 ribu-Rp600 ribu per bulan.

Opsi lain adalah mencari penghasilan tambahan (side hustle) agar tidak terus defisit. “Target side hustle bukan biar langsung kaya, tapi enggak defisit dan bisa mulai menabung sedikit demi sedikit,” ujarnya.Beberapa pilihan side hustle antara lain freelance, driver ojol, atau membuka jasa titip (jastip).

Idealnya, dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan, bahkan ditingkatkan menjadi 6-12 kali.

Sisihkan 5% gaji di awal bulan untuk dana darurat. Alokasikan ke aset yang aman, likuid, dan mudah diakses seperti tabungan konvensional, tabungan digital, deposito, reksa dana pasar uang, atau emas logam mulia.

Bagi pasangan suami istri, disarankan untuk memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.Manfaatkan aset produktif seperti sewa rumah atau kost.

“Sambil berusaha untuk meningkatkan penghasilan, yakni kejar promosi atau pindah perusahaan,” saran seorang ahli keuangan.

Terakhir, buat anggaran pengeluaran dan catat setiap pengeluaran, terutama yang sulit dikendalikan.