Tutup
EnergiIndustri

Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Bergerak Naik

188
×

Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Bergerak Naik

Sebarkan artikel ini
harga-minyak-melesat-usai-as-kembali-cegat-lagi-kapal-tanker-venezuela
Harga Minyak Melesat Usai AS Kembali Cegat Lagi Kapal Tanker Venezuela

Jakarta – Harga minyak mentah dunia menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Senin (22/12).

Penyebabnya, penyitaan kapal tanker Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu.

Penyitaan ini bukan yang pertama kali. AS tercatat sudah dua kali melakukan tindakan serupa terhadap kapal-kapal Venezuela.

Kondisi geopolitik yang memanas ini memicu kekhawatiran pasar. Potensi gangguan pasokan minyak global menjadi perhatian utama.

Mengutip data Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik 44 sen atau 0,73 persen menjadi US$60,91 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga menguat. Kenaikannya mencapai 40 sen atau 0,71 persen,sehingga berada di level US$56,92 per barel.

Analis IG, Tony Sycamore, menilai sentimen pasar berubah sejak pengumuman blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang disanksi oleh Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, laporan serangan drone Ukraina terhadap kapal armada bayangan Rusia di Laut Mediterania turut menambah ketegangan geopolitik.

Kondisi ini memperkecil harapan tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina dalam waktu dekat.

“Pasar mulai kehilangan harapan bahwa perundingan damai Rusia-Ukraina yang dimediasi AS akan menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama dalam waktu dekat,” ujar Sycamore.

Menurutnya, perkembangan ini membantu menahan tekanan dari kekhawatiran kelebihan pasokan minyak global.

Faktor teknikal juga berperan setelah pergerakan harga pekan lalu dinilai sebagai penurunan semu.

Sebagai informasi,pada pekan lalu,harga Brent dan WTI masing-masing turun sekitar 1 persen,setelah anjlok sekitar 4 persen pada pekan sebelumnya.

Penurunan tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap melimpahnya pasokan minyak dunia.