Tutup
News

Gerakan Ibu Cerdas Gizi di Bungus: Bekal Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

297
×

Gerakan Ibu Cerdas Gizi di Bungus: Bekal Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Sebarkan artikel ini
Foto : KSB

Padang – Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) kembali hadir melalui gerakan Ibu Cerdas Gizi: Deteksi Dini Tumbuh Kembang dan Edukasi Isi Piringku untuk Baduta. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Pembantu Koto Gadang, Kelurahan Bungus Timur, Kota Padang, dengan sasaran utama ibu-ibu yang memiliki anak usia di bawah dua tahun.

Kegiatan dilakukan oleh Departemen Maternitas dan Anak, Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (Unand).

Wilayah Bungus Timur masih menghadapi tantangan gizi, terutama karena sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani dan nelayan. Data Puskesmas Bungus mencatat, lebih dari 30 persen balita berisiko gizi buruk dan mengalami keterlambatan perkembangan.

Gerakan yang diinisiasi Prof. Dr. Ns. Meri Neherta, S.Kep., M.Biomed bersama tim Puskesmas Bungus ini tidak hanya memperkenalkan panduan “Isi Piringku”, tetapi juga memperkuat peran kader posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang anak berbasis komunitas.

Prof. Meri menegaskan bahwa ibu memiliki peran vital dalam kecerdasan anak. Ia menjelaskan, periode emas pertumbuhan otak berlangsung sejak masa kandungan hingga dua tahun pertama kehidupan. Karena itu, ibu harus cerdas memilih asupan gizi dan memberikan stimulasi tepat.

“Ibu yang cerdas bukan sekadar tahu makanan bergizi, tetapi juga peka bila ada keterlambatan tumbuh kembang. Saat tanda itu muncul, segera bawa anak ke tenaga kesehatan agar cepat ditangani,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tumbuh kembang anak harus terpenuhi dari tiga kebutuhan dasar, yaitu asuh, asih, dan asah. Gizi yang baik perlu diimbangi dengan kasih sayang serta stimulasi sederhana, seperti bercerita atau bermain bersama.

Prof. Meri berharap ilmu yang diperoleh para ibu dapat diteruskan ke keluarga dan tetangga, sehingga manfaatnya meluas. “Anak cerdas lahir dari ibu cerdas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bungus, dr. Yuli Rilda, mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin bagi ibu hamil dan balita.

“Kami berharap ibu hamil memeriksakan diri minimal enam kali hingga persalinan, agar kondisi ibu dan bayi tetap sehat. Ibu dengan balita juga sebaiknya rutin ke posyandu agar tumbuh kembang anak terpantau optimal,” ujarnya.

Dengan adanya gerakan Ibu Cerdas Gizi, Puskesmas Bungus optimistis kualitas kesehatan anak di wilayah tersebut akan semakin baik.