Tutup
News

Gubernur Mahyeldi Tekankan Penguatan Adat Minang Saat Batagak Pangulu Panampuang

237
×

Gubernur Mahyeldi Tekankan Penguatan Adat Minang Saat Batagak Pangulu Panampuang

Sebarkan artikel ini
batagak-pangulu;-suku-tanjung-panampuang-baralek-gadang
Batagak Pangulu; Suku Tanjung Panampuang Baralek Gadang

PANAMPUANG – Enam tokoh adat resmi menyandang gelar pangulu suku Tanjung dalam prosesi batagak pangulu di nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sabtu (26/7). Gubernur sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, hadir dalam acara yang digelar di Medan nan bapaneh Surau Ka’bah inyiak Tuah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menekankan pentingnya penguatan kembali nilai-nilai adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) kepada generasi muda. Ia mengatakan, hasil perjanjian sakti Bukik Marapalam harus terus diperkuat. “Hal ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada generasi muda tentang pentingnya nilai-nilai adat yang selaras dengan agama,” ujarnya.Mahyeldi juga menyinggung Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 yang memberikan dukungan negara kepada masyarakat Minangkabau dengan mengakui keistimewaan Sumatera Barat yang menerapkan falsafah ABS-SBK dan adat salingka nagari. Ia menegaskan, seorang pangulu yang tinggi bukan berarti meninggikan dirinya, tetapi integritasnya sebagai seorang pemimpin. “Pangulu yang tidak menepati janjinya akan termakan sumpah ka ateh Indak bapucuak, ka bawah Indak baurek, di tangah tangah digiriak kumbang,” tegasnya.

Gubernur menambahkan, seorang pemimpin adat harus menjadi teladan yang baik bagi kaumnya, dengan selalu berbuat benar dan bersikap baik.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) sumatera Barat, Prof. dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan sati menjelaskan, permasalahan tanah di Minangkabau seringkali terkait dengan tanah pusako yang bersertifikat. “Dalam pengurusan sertifikat tanah pusako, semua anak kemenakan harus ikut menandatangani,” jelasnya.

Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis Dt. Tan Batuah berpesan kepada para pangulu yang baru dilewakan gala agar selalu menjunjung tinggi amanah yang diemban.”Selalulah bawa gelar pusako ini yang bukan hanya merupakan lambang semata,tapi merupakan beban amanah besar yang akan dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat,” katanya. Ia juga meminta dukungan dari kaum pasukan Tanjung terhadap tugas mulia para pangulu.

Adapun enam pangulu yang dilewakan gala dalam batagak pangulu suku Tanjung Nagari Panampuang adalah Bahri Dt. Rajo Endah, Syafwan Dt. Labiah, Rahmat Akbar Dt. Gunuang, Zulfikri Dt. Rajo Endah, Ithandi Srinulyadi Dt. Maliput, dan prof. Dr. Mawardi, M si Dt. Rajo Bangkeh.

Prosesi batagak pangulu ditandai dengan pemasangan keris oleh sejumlah tokoh, termasuk Ketua LKAAM Sumatera Barat, Wakil Bupati Agam, Ketua LKAAM Agam, Ketua DPRD Agam, Ketua Pasukan Tanjung nasional, dan Bupati Agam. Sebelumnya,keenam pangulu yang akan dilewakan gelar pusakonya diarak dari Masjid Sa’dah Panampuang menuju Surau Ka’bah.