Tutup
News

Gubernur Papua Barat Sebut Informasi Laut Tercemar tak Sesuai Fakta

198
×

Gubernur Papua Barat Sebut Informasi Laut Tercemar tak Sesuai Fakta

Sebarkan artikel ini
gubernur-papua-barat-sebut-informasi-laut-tercemar-tak-sesuai-fakta
Gubernur Papua Barat Sebut Informasi Laut Tercemar tak Sesuai Fakta

Sorong – Pemerintah pusat dan daerah memberikan tanggapan terhadap kontroversi seputar aktivitas pertambangan di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Pada Sabtu (7/6/2025), peninjauan langsung ke lokasi pertambangan dilakukan oleh gubernur, bupati, dan tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Gubernur Papua Barat Daya, elisa Kambu, menyatakan bahwa kondisi perairan di Pulau Gag berbeda dari informasi yang beredar di media sosial. Dalam video resmi yang dirilis oleh tim Kementerian ESDM, Elisa menyatakan bahwa laut di Pulau Gag berwarna biru, bukan cokelat seperti yang diberitakan. “Tadi kami sudah meninjau ke Pulau Gag. Dalam video yang beredar, lautnya cokelat. Namun, di lokasi, air laut terlihat biru,” ujarnya, Senin (9/6/2025). elisa juga menyebut informasi yang beredar sebagai hoaks dan menduga video tersebut bukan berasal dari Pulau Gag.Elisa menambahkan bahwa kegiatan pertambangan di wilayah tersebut telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa lokasi eksplorasi telah direboisasi dan direklamasi sesuai dengan aturan yang ada. Elisa juga menyampaikan bahwa masyarakat setempat meminta agar aktivitas pertambangan tidak dihentikan. “Mereka menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa tambang ini tidak boleh ditutup dan harus dilanjutkan,” tuturnya.

bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, menyatakan tidak menemukan kondisi seperti yang digambarkan di media sosial. Ia juga mengapresiasi PT Gag Nikel atas pelaksanaan kewajiban lingkungan.”Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada PT Gag. Saya harap pengawasan amdal tetap diperkuat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Orideko juga menyampaikan aspirasi warga yang menolak penutupan tambang. Menurutnya, aktivitas pertambangan turut menopang kehidupan masyarakat di sekitar. Ia berharap Menteri ESDM terus memperkuat pengawasan terhadap perusahaan agar tetap mematuhi kewajiban amdal. “Kepatuhan terhadap amdal harus terus dijaga,” ujarnya.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa kunjungan ke Pulau Gag bertujuan untuk memperoleh gambaran yang objektif. Ia menghargai pro dan kontra yang berkembang di media sosial, namun menekankan pentingnya verifikasi langsung di lapangan. “Kami menghargai semua pemberitaan yang beredar.Karena itu, kami lakukan cross-check agar memperoleh gambaran yang objektif,” ujar Bahlil.

Dalam kunjungan tersebut, Bahlil berinteraksi langsung dengan warga Pulau Gag. Masyarakat menyampaikan manfaat yang mereka rasakan dari keberadaan PT Gag Nikel. Fathah Abanovo (33), seorang nelayan setempat, mengaku memperoleh keuntungan dari menjual hasil tangkapan kepada perusahaan. “Penangkapan ikan berjalan normal, air tetap jernih, kualitas air juga bagus,” ujarnya. Ia juga menyebut perusahaan turut membantu penyediaan BBM dan alat tangkap. Lukman Harun (34), nelayan dari Pelugak, menyatakan tidak ada perubahan pada kualitas air laut sejak tambang beroperasi. “air laut tidak berubah sejak puluhan tahun lalu. Ikan karang juga masih banyak, dan aman dikonsumsi,” kata Lukman.

Sebelumnya, menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menghentikan sementara aktivitas PT Gag Nikel di Pulau Gag sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mengkhawatirkan dampak pertambangan terhadap kawasan wisata di Raja Ampat. PT Gag Nikel merupakan pemegang Kontrak Karya Generasi VII No. B53/Pres/I/1998, yang ditandatangani pada 19 Januari 1998. Sejak 2008, seluruh saham perusahaan dipegang oleh PT ANTAM Tbk setelah mengakuisisi saham APN Pty Ltd.