Tutup
Regulasi

Harga Bitcoin Tertahan: Koreksi Pertama Pascahalving Mengintai?

166
×

Harga Bitcoin Tertahan: Koreksi Pertama Pascahalving Mengintai?

Sebarkan artikel ini

Padang – Harga Bitcoin (BTC) berada di persimpangan jalan menjelang akhir tahun 2025, dengan potensi mencetak rekor baru yang kurang menggembirakan: candle tahunan merah pertama pasca-halving.

Ancaman ini membayangi di tengah pergerakan harga yang masih berjuang di sekitar level US$88.000.

Data dari TradingView menunjukkan minimnya volatilitas dalam beberapa hari terakhir, mengindikasikan pasar yang sedang menunggu momentum.

Sempat terjadi aksi *fakeout* pada hari Jumat lalu, bertepatan dengan jatuh tempo opsi Bitcoin senilai US$24 miliar yang diduga menekan harga.

Namun, sejumlah analis masih melihat secercah harapan untuk pemulihan sebelum pergantian tahun. Sinyal *bullish divergence* pada indikator *Relative Strength Index* (RSI) di grafik tiga hari menjadi salah satu pendorong optimisme.

Seorang trader dengan nama Jelle, melalui platform X, menyoroti pola serupa yang terjadi pada titik bottom sebelumnya dan bertanya, “Apakah sejarah akan terulang?”

Faktor musiman juga turut menyumbang harapan. Trader BitBull memprediksi bahwa awal Januari berpotensi menjadi katalis reli, seiring alokasi dana institusi ke aset yang sebelumnya kurang optimal. “Ini bisa memicu *breakout* dari garis tren dan mendorong harga menuju US$100.000,” ungkapnya.

Analis Aksel Kibar berpendapat bahwa fase konsolidasi saat ini wajar setelah lonjakan signifikan di kuartal III. Menurutnya, volatilitas bersifat siklikal, di mana periode volatilitas tinggi biasanya diikuti periode rendah hingga muncul pola teknikal yang jelas.

Tantangan utama Bitcoin saat ini adalah performa tahunan. Hingga saat ini, BTC tercatat turun sekitar 6,1% *year-to-date* (YTD).

Kondisi ini membuka peluang terbentuknya *candle* tahunan merah pertama setelah *halving*, yang berpotensi menguji teori siklus empat tahunan Bitcoin.

Keith Alan, *co-founder* Material Indicators, menekankan pentingnya harga penutupan tahunan. “Wick di atas atau di bawah level kunci adalah hal wajar. Yang paling penting adalah harga penutupan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa level pembukaan tahunan di sekitar US$93.500 masih berpeluang diuji kembali sebelum akhir tahun.

Jika Bitcoin gagal menembus level tersebut, penutupan tahun 2025 berpotensi menjadi catatan penting yang menantang narasi klasik siklus empat tahunan di pasar kripto.

Berdasarkan data *Coinmarketcap* pada pukul 21.50 WIB, harga Bitcoin berada di level US$87.934, naik 0,52% dalam 24 jam terakhir atau turun 0,02% dalam sepekan.