Tutup
EkonomiPerbankan

Harga Cabai Jakarta Meroket, Pemerintah Bergerak Kendalikan Inflasi

152
×

Harga Cabai Jakarta Meroket, Pemerintah Bergerak Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini
pemprov-dki-ungkap-sejumlah-faktor-yang-bikin-harga-cabai-meroket
Pemprov DKI Ungkap Sejumlah Faktor yang Bikin Harga Cabai Meroket

Jakarta – Harga cabai di Jakarta meroket menjelang bulan Ramadan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkap sejumlah faktor yang memicu kenaikan harga tersebut.Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyebut tradisi petani menunda panen sebagai salah satu penyebabnya.Menurut Hasudungan, penundaan panen ini menjadi pola tahunan menjelang bulan puasa. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya permintaan dan berkurangnya pasokan akibat musim hujan.

“Menjelang bulan puasa ada tradisi di para petani itu untuk menunda pemanenannya,” ujar Hasudungan di Jakarta Selatan, Sabtu (21/2). “Jadi biasa mereka menahan nanti ketika sudah memasuki bulan puasa akan memanen.”

Faktor cuaca juga turut memicu lonjakan harga cabai. Musim hujan menyebabkan hasil panen menurun, sementara permintaan meningkat, sehingga harga terdorong naik.

“Memang itu sering terjadi, bukan berarti kita membenarkan,” kata Hasudungan.”Ketika suplai berkurang sementara permintaan banyak, otomatis harga naik.Musim penghujan itu jumlah panenan juga berkurang.”

Berdasarkan pantauan, harga cabai rawit merah di tingkat konsumen mencapai Rp113.276 per kilogram (kg),naik dari sekitar Rp97 ribu per kg pada pekan sebelumnya.

Pemprov DKI memperkirakan harga komoditas ini masih berpotensi meningkat hingga Idulfitri. Harga cabai merah keriting juga naik dari Rp51.478 per kg menjadi Rp57.143 per kg, sementara bawang merah meningkat dari Rp51.319 per kg menjadi Rp52.759 per kg.

Hasudungan menjelaskan bahwa data tersebut merupakan harga rata-rata di wilayah DKI Jakarta berdasarkan sistem pemantauan Info Pangan Jakarta.

Pemerintah daerah memprediksi tekanan harga akan berlanjut seiring tingginya permintaan pada Ramadan dan menjelang Idulfitri. Namun, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah intervensi untuk menahan lonjakan harga.

Salah satunya adalah koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menggandeng Asosiasi Champion Cabai indonesia (ACCI) untuk memasok cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati dengan harga lebih rendah.

Pasokan tersebut ditargetkan dijual sekitar Rp50 ribu per kg di tingkat distribusi, sehingga dapat ditekan menjadi sekitar Rp70 ribu per kg di tingkat konsumen.Pemerintah pusat juga menjalin kerja sama dengan petani di Sulawesi Selatan untuk menambah pasokan cabai rawit merah dan cabai merah keriting ke Jakarta melalui Pasar Induk Kramat Jati.

Hasudungan menegaskan bahwa kenaikan harga cabai merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi setiap tahun menjelang Ramadan. Pemerintah berupaya melakukan mitigasi agar lonjakan harga tidak terlalu tinggi.

“Ya, ini kondisi tahunan, tapi kita berusaha memitigasi jangan sampai terjadi lonjakan yang sangat tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan, harga cabai tertinggi yang pernah tercatat secara rata-rata mencapai sekitar Rp137 ribu per kg.

Di sisi lain, harga daging sapi di Jakarta tercatat mengalami penurunan tipis. Harga rata-rata harian berada di kisaran Rp141.346 per kg, turun dari Rp142.618 per kg pada pekan sebelumnya.

Harga daging ayam juga mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya, meskipun tetap berada di kisaran Rp45.200 per kg.