Jakarta – Harga emas Antam menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan Rabu (11/6/2025), mengakhiri tren stabil yang berlangsung selama beberapa hari terakhir. Kenaikan harga jual ini juga diikuti dengan peningkatan pada harga pembelian kembali.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Antam, logammulia.com, harga emas Antam tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000,menjadi Rp 1.910.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam berada pada level Rp 1.909.000 per gram.Sejalan dengan harga jual, harga buyback emas Antam juga mengalami peningkatan sebesar Rp 1.000, menjadi Rp 1.754.000 per gram. Harga buyback ini diperuntukkan bagi konsumen yang ingin menjual kembali emas yang mereka miliki kepada Antam.
Sebagai informasi tambahan, harga tertinggi emas Antam tercatat pada 22 April 2025, mencapai rp 2.016.000 per gram, dengan harga buyback tertinggi sebesar Rp 1.865.000 per gram.
Berikut adalah rincian harga emas Antam dalam berbagai ukuran: 0,5 gram seharga Rp 1.005.000, 1 gram Rp 1.910.000, 2 gram Rp 3.760.000, 3 gram Rp 5.615.000, 5 gram Rp 9.325.000, 10 gram Rp 18.595.000, 25 gram Rp 46.362.500, 50 gram rp 92.645.000, 100 gram Rp 185.212.000, 250 gram Rp 462.765.000,500 gram Rp 925.320.000,dan 1.000 gram Rp 1.850.600.000.
Sementara itu, di pasar global, harga emas sedikit mengalami penurunan pada hari Selasa. Hal ini terjadi seiring dengan perhatian para pedagang terhadap perundingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan, “selama beberapa sesi terakhir, kita telah melihat emas sedikit menurun dari level tertingginya baru-baru ini, sebagian besar terjadi karena optimisme terhadap ekspektasi negosiasi antara Tiongkok dan AS, inggris, dan Rusia.”
Menurut laporan dari CNBC, harga emas dunia di pasar spot turun 0,1% menjadi USD 3.324,55 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup lebih rendah 0,3% menjadi USD 3.343,40. Kenaikan kurs dolar AS sebesar 0,2% terhadap mata uang utama lainnya juga turut memberikan tekanan pada harga emas.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Tiongkok berjalan dengan baik dan diperkirakan akan berlangsung sepanjang hari. Kedua belah pihak bertemu untuk hari kedua di London, mencari terobosan pada kontrol ekspor yang berpotensi memicu keretakan baru antara kedua negara adidaya tersebut.
Disebutkan bahwa, “Kesepakatan perdagangan dapat mengurangi daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman, karena emas cenderung berkembang selama masa ketidakpastian geopolitik dan ekonomi sebagai tempat penyimpanan nilai.”
Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn, menambahkan, “(Investor) menunggu terjadinya penurunan, seperti sekitar USD 3.100 per ons, tetapi saat ini kita hanya perlu menunggu dan melihat apa yang akan terjadi dari perundingan dengan Tiongkok.” Para investor juga menantikan data Indeks Harga Konsumen AS yang akan dirilis pada hari Rabu.







