Tutup
Perbankan

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Juni 2025 Lebih Mahal Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

241
×

Harga Emas Antam Hari Ini 12 Juni 2025 Lebih Mahal Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

Sebarkan artikel ini
harga-emas-antam-hari-ini-12-juni-2025-lebih-mahal-rp-18.000,-cek-daftar-lengkap-di-sini
Harga Emas Antam Hari Ini 12 Juni 2025 Lebih Mahal Rp 18.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

jakarta – Harga emas Antam terus menunjukkan tren positif dalam dua hari terakhir, dengan kenaikan signifikan yang tercatat pada perdagangan Kamis. Data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan menjadi pemicu utama, memunculkan spekulasi mengenai potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.

Menurut data dari laman resmi Antam, logammulia.com, harga emas Antam pada Rabu (11/6/2025) tercatat sebesar Rp 1.928.000 per gram. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp 18.000 dari posisi sebelumnya, yaitu Rp 1.910.000 per gram.

Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam. Harga buyback menguat Rp 18.000 menjadi Rp 1.772.000 per gram. Harga buyback ini diperuntukkan bagi konsumen yang ingin menjual kembali emas yang dimilikinya kepada Antam.Sebagai informasi tambahan, harga tertinggi emas Antam tercatat pada 22 April 2025, mencapai Rp 2.016.000 per gram, dengan harga buyback tertinggi di Rp 1.865.000 per gram.

Berikut rincian harga emas Antam pada hari ini: Harga emas 0,5 gram: Rp 1.014.000; harga emas 1 gram: Rp 1.928.000; Harga emas 2 gram: Rp 3.800.000; Harga emas 3 gram: Rp 5.680.000; Harga emas 5 gram: Rp 9.444.000; Harga emas 10 gram: Rp 18.810.000; Harga emas 25 gram: Rp 46.862.500; harga emas 50 gram: Rp 93.605.000; Harga emas 100 gram: Rp 187.090.000; Harga emas 250 gram: Rp 467.337.500; Harga emas 500 gram: Rp 934.375.000; Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 1.868.600.000.

Sebelumnya, harga emas global juga mengalami penguatan setelah data inflasi AS menunjukkan hasil yang lebih rendah dari ekspektasi. Hal ini meningkatkan keyakinan investor bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada bulan September.

mengutip dari CNBC,Kamis,harga emas spot naik 0,1% menjadi USD 3.324,72 per ons pada pukul 13:55 ET (17:55 GMT), setelah sempat menguat hingga 1% di awal sesi perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup nyaris tidak berubah di USD 3.343,70. Data menunjukkan indeks harga Konsumen (CPI) hanya naik 0,1% pada bulan lalu, lebih rendah dari kenaikan 0,2% di bulan April. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan CPI sebesar 0,2% dan pertumbuhan tahunan sebesar 2,5%.

Seorang pedagang logam independen, Tai Wong, menyatakan bahwa angka inflasi inti yang lebih rendah dari perkiraan mendorong harga logam mulia naik karena imbal hasil obligasi dan nilai dolar menurun. “Harapannya, data ini akan mempercepat langkah The Fed untuk memangkas suku bunga,” ujarnya.

saat ini, para pelaku pasar memperkirakan kemungkinan sebesar 68% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September, berdasarkan alat pemantau CME fedwatch.

Di sisi perdagangan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan telah tercapai dengan China. Beijing akan memasok magnet dan mineral tanah jarang, sementara Washington mengizinkan mahasiswa China untuk belajar di perguruan tinggi dan universitas AS.

Fokus investor kini tertuju pada data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang akan dirilis hari Kamis, menjelang pertemuan Federal Reserve pada 17-18 Juni.

Wong menambahkan,”Pasar ingin melihat emas dan perak menembus level tertinggi baru-baru ini-masing-masing di USD 3.403 dan USD 36,90-sebagai sinyal untuk melanjutkan reli. Jika tidak ada kenaikan kuat meskipun data mendukung, ini bisa menjadi tanda koreksi jangka pendek.”

Pengamat pasar, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa ada indikasi harga emas dunia akan mengalami penguatan menuju kisaran USD 3.361. “Kalau seandainya harga emas dunia tembus (USD 3.361), maka akan menuju level USD 3.400,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta,Rabu.

Ibrahim memaparkan, faktor yang mengangkat harga emas dunia adalah respon Presiden Amerika serikat donald Trump terhadap pertemuan antara AS dan Iran terkait reaktor nuklir, di mana ada kemungkinan tidak mencapai kesepakatan untuk menghentikan pengayaan uranium. Selain itu, situasi geopolitik di eropa di mana Rusia terus membombardir wilayah-wilayah kota-kota di Ukraina, serta ketegangan antara Rusia dan NATO juga menjadi faktor pendorong. “NATO sudah mempersiapkan pasukannya untuk melakukan penyerangan terhadap rusia,” imbuhnya.Faktor lainnya adalah pengadilan AS menghentikan pencabutan biaya impor.