Tutup
Perbankan

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Juni 2025 Merosot Tajam, Saatnya Beli?

257
×

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Juni 2025 Merosot Tajam, Saatnya Beli?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Harga emas Antam mengalami koreksi signifikan pada perdagangan Selasa (17/6/2025), memicu perhatian di kalangan investor dan pelaku pasar. Penurunan ini terjadi setelah sempat menguat di awal pekan.

Data dari laman resmi Antam, logammulia.com, menunjukkan harga emas Antam turun Rp 18.000 menjadi Rp 1.950.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam berada di level Rp 1.968.000 per gram.

Harga pembelian kembali (buyback) emas oleh Antam juga mengalami penurunan serupa, yaitu sebesar Rp 18.000. Harga buyback saat ini ditetapkan sebesar Rp 1.794.000 per gram, yang berlaku bagi konsumen yang ingin menjual kembali emasnya kepada Antam.

Sebagai catatan, harga tertinggi emas Antam tercatat pada 22 April 2025, mencapai Rp 2.016.000 per gram, dengan harga buyback tertinggi sebesar Rp 1.865.000 per gram.

Rincian harga emas Antam dalam berbagai ukuran adalah sebagai berikut: harga emas 0,5 gram Rp 1.025.000, harga emas 1 gram Rp 1.950.000, harga emas 2 gram Rp 3.840.000,harga emas 3 gram rp 5.735.000, harga emas 5 gram rp 9.525.000, harga emas 10 gram Rp 18.995.000,harga emas 25 gram Rp 47.362.000, harga emas 50 gram Rp 94.645.000, harga emas 100 gram Rp 189.212.000, harga emas 250 gram Rp 472.765.000, harga emas 500 gram Rp 945.320.000, dan harga emas Antam 1.000 gram Rp 1.890.600.000.

Di pasar global, harga emas juga mengalami koreksi. Harga emas di pasar spot turun 1,2% menjadi USD 3.392,86 per ons setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 22 April di awal sesi. sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup 1% lebih rendah pada USD 3.417,30.

Menurut Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, penurunan ini disebabkan oleh aksi ambil untung setelah harga emas mengalami kenaikan dalam beberapa sesi terakhir. “Harap diingat bahwa emas telah bergerak naik selama beberapa sesi terakhir, sebagian besar sebagai respons terhadap konflik antara Israel dan Iran. hari ini, kita melihat lebih banyak kemunduran, kemungkinan karena aksi ambil untung setelah pergerakan naik tersebut,” ujarnya.

Meger juga menyoroti fokus pasar saat ini pada ketegangan antara Israel dan Iran, serta pertemuan kebijakan Bank Sentral Amerika serikat (AS), Federal Reserve (Teh Fed). “Pada titik ini, tampaknya The Fed cenderung untuk tetap menahan diri, mengingat ketidakpastian yang signifikan dalam perekonomian, mulai dari tarif hingga ketegangan geopolitik. Jadi, tidak mengherankan jika The Fed menunda pemotongan suku bunga, yang pada dasarnya menunda masalah,” jelasnya.

Sementara itu,pengamat pasar dan komoditas,Ibrahim Assuaibi,memperkirakan harga emas dunia akan melanjutkan kenaikan di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah antara Iran dan Israel,serta perang dagang AS-China yang belum menemukan titik akhir. “Harga emas dunia akan menguat ke level tertingginya bisa USD 3.500 hingga USD 3.600-3.700,” katanya. ia menambahkan, “Yang ditakutkan oleh para investor bukan lagi Trump gencatan senjata perang dagang dengan Tiongkok, Eropa, dan Kanada, Mexico. Tetapi menerapkan tarif impor sepihak terhadap negara-negara yang hampir semuanya terkena biaya impor.” Hal ini, menurutnya, menjadi pendorong harga emas berpotensi menanjak.