Tutup
Perbankan

Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juni 2025 Betah Stabil, Cek Daftar Lengkapnya

234
×

Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juni 2025 Betah Stabil, Cek Daftar Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
harga-emas-antam-hari-ini-23-juni-2025-betah-stabil,-cek-daftar-lengkapnya
Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juni 2025 Betah Stabil, Cek Daftar Lengkapnya

Jakarta – Harga emas Antam menunjukkan stabilitas pada perdagangan hari Senin (23/6/2025), menurut data yang dirilis oleh PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas produksi Antam dilaporkan tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya.

Menurut informasi dari laman resmi logammulia.com, harga emas Antam hari ini tetap dipatok pada Rp 1.942.000 per gram. “Harga ini tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya,” demikian pernyataan dari laman tersebut.Harga pembelian kembali (buyback) emas oleh Antam juga stabil di angka Rp 1.786.000 per gram. Harga buyback ini diperuntukkan bagi konsumen yang ingin menjual kembali emas batangan mereka kepada Antam.

Harga tertinggi emas Antam tercatat pada 22 April 2025, mencapai Rp 2.016.000 per gram, sementara harga buyback tertinggi berada di Rp 1.865.000 per gram.

Rincian harga emas Antam berdasarkan beratnya adalah sebagai berikut: 0,5 gram seharga Rp 1.021.000, 1 gram seharga Rp 1.942.000, 2 gram seharga Rp 3.828.000, 3 gram seharga Rp 5.722.000,5 gram seharga rp 9.514.000, 10 gram seharga Rp 18.950.000,25 gram seharga Rp 47.212.500, 50 gram seharga Rp 94.305.000, 100 gram seharga Rp 188.490.000, 250 gram seharga Rp 470.837.500,500 gram seharga Rp 941.375.000, dan 1.000 gram seharga Rp 1.882.600.000.

Harga emas Antam dipengaruhi oleh harga emas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Perubahan di pasar internasional dan kebijakan moneter domestik dapat memengaruhi harga harian yang ditetapkan oleh antam.

Sebelumnya, harga emas mengalami penurunan sepanjang pekan ini akibat sikap hawkish The Fed dan meredanya ketegangan di timur Tengah. Faktor-faktor ini mendorong investor untuk melakukan aksi jual.

Menurut Kitco News, harga emas dunia di pasar spot dibuka pada awal pekan ketiga Juni 2025 dengan harga USD 3.450 per ons, yang kemudian menjadi level tertinggi minggu ini. Namun, harga terus melemah hingga mencapai USD 3.411 per ons,bahkan sempat turun di bawah USD 3.400 saat pembukaan pasar Amerika Utara.

Setelah penurunan awal, harga emas tidak mengalami aksi jual yang besar, namun juga gagal menunjukkan pemulihan yang signifikan. Pergerakan harga emas terjebak di kisaran USD 3.375 hingga USD 3.400, sebelum akhirnya menyentuh level terendah mingguan di USD 3.365 saat penutupan pasar Rabu malam.

dalam survei mingguan terbaru Kitco News, analis Wall Street memiliki pandangan yang terbagi mengenai arah pergerakan emas jangka pendek, sementara pelaku pasar ritel (Main Street) masih mempertahankan sikap optimistis terhadap emas.

Rich Checkan dari asset Strategies International, menyatakan, “Emas akan naik pekan depan karena meningkatnya ketegangan sebagai akibat dari meningkatnya permusuhan di Timur Tengah, dan karena koreksi emas saat ini berlebihan.”

Colin Cieszynski dari SIA Wealth management, berpandangan netral terhadap harga emas sepekan ke depan. Ia mengatakan, “Emas naik turun akhir-akhir ini, di seputar perkembangan perang. Bergantung pada apa yang terjadi, emas bisa mengalami pergerakan signifikan ke salah satu arah atau tidak; sulit untuk diprediksi saat ini, jadi saya bersikap netral.”

Darin Newsom dari Barchart.com, menyebut emas akan naik. “Emas bisa mengalami aksi jual jangka pendek, tetapi minat beli akan terus muncul karena situasi global, baik politik maupun ekonomi, semakin kacau,” katanya.

Adrian Day dari Adrian day Asset Management, menuturkan harga emas tidak akan berubah. “Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, kami tidak akan menjual, tetapi memperkirakan perdagangan datar-turun pada minggu depan, tanpa adanya dorongan baru yang tidak terduga,” tuturnya.

Pada pekan ketiga Juni 2025, 16 analis berpartisipasi dalam Survei Emas Kitco news. Sebanyak 6 pakar, atau 38%, memperkirakan harga emas akan naik selama minggu depan, sementara lima analis, atau 31%, memperkirakan penurunan harga, dan lima analis lainnya, mewakili 31% sisanya, memperkirakan perdagangan emas akan bergerak menyamping minggu depan.

Sementara itu,258 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco,dengan 138 pedagang eceran,atau 54%,memperkirakan harga emas akan naik minggu depan,sementara 55,atau 21%,memperkirakan harga akan turun. 65 investor sisanya, atau 25%, memperkirakan harga akan berkonsolidasi selama minggu depan.

Fokus minggu depan akan tertuju pada kesehatan konsumen AS, dengan data perumahan, inflasi, dan keyakinan yang akan dirilis. Senin akan dirilis S&P flash PMI untuk bulan Juni, sedangkan Selasa akan merilis indeks Keyakinan konsumen terbaru beserta testimoni ketua Fed Powell di hadapan Komite Layanan Keuangan DPR. Kemudian pada Rabu, pasar akan menerima Penjualan Rumah Baru untuk bulan Mei, sementara Powell memberikan testimoni di hadapan Komite Perbankan Senat. Kamis akan merilis klaim pengangguran mingguan, pesanan barang tahan lama, dan penjualan rumah tertunda untuk bulan Mei, serta PDB Q1 AS final. Minggu ini akan ditutup dengan rilis Inflasi Inti PCE untuk bulan Mei pada Jumat pagi.