Tutup
Perbankan

Harga Minyak Dunia Melemah, Konflik Rusia-Ukraina Bayangi Pasar Energi

235
×

Harga Minyak Dunia Melemah, Konflik Rusia-Ukraina Bayangi Pasar Energi

Sebarkan artikel ini
harga-minyak-melemah-setelah-sentuh-level-tertinggi-dua-pekan
Harga Minyak Melemah Setelah Sentuh Level Tertinggi Dua Pekan

Jakarta – Harga minyak dunia terpantau sedikit melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (26/8), setelah sebelumnya melonjak akibat konflik Rusia-Ukraina. Kekhawatiran gangguan pasokan energi menjadi pemicu utama fluktuasi harga.

Harga minyak mentah Brent turun 16 sen atau 0,23 persen menjadi US$68,64 per barel.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan sebesar 16 sen atau 0,25 persen, berada di level US$64,64 per barel.Sebelumnya,pada perdagangan Senin (25/8),kedua kontrak minyak ini sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. WTI bahkan sempat menembus rata-rata pergerakan 100 harinya.

Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga minyak. Hal ini menyebabkan gangguan pada pemrosesan dan ekspor minyak Moskow, serta memicu kekurangan bensin di beberapa wilayah Rusia.

“Risiko bagi harga minyak mentah cenderung mengarah pada kenaikan lebih lanjut, terutama jika harga mampu bertahan di atas level resistensi US$64-65,” ungkap analis dari IG dalam catatan mereka.

Spekulasi mengenai potensi sanksi tambahan dari Amerika Serikat terhadap minyak Rusia juga turut memperkeruh suasana. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi baru jika tidak ada kemajuan dalam upaya perdamaian dalam dua pekan mendatang.Di sisi lain, Barclays dalam laporannya menyebutkan bahwa harga minyak masih berada dalam kisaran ketat, di tengah gejolak geopolitik dan fundamental pasar yang relatif stabil.

saat ini,pelaku pasar tengah menantikan rilis data persediaan minyak terbaru dari american Petroleum Institute (API). Pasar memperkirakan adanya penurunan stok minyak mentah dan bensin,namun kemungkinan terjadi peningkatan pada persediaan distilat.