Tutup
EkonomiInvestasiNews

Harga Rumah Terbang Tinggi, Masyarakat Berjuang Meraih Mimpi

447
×

Harga Rumah Terbang Tinggi, Masyarakat Berjuang Meraih Mimpi

Sebarkan artikel ini
lebih-dari-75-persen-rumah-kini-tak-terjangkau,-ini-biang-keroknya!
Lebih dari 75 Persen Rumah Kini Tak Terjangkau, Ini Biang Keroknya!

Jakarta – Impian memiliki rumah di Amerika Serikat (AS) semakin sulit terwujud. Harga rumah terus meroket, jauh melampaui kenaikan pendapatan warga.

Kondisi ini diperparah dengan biaya hidup yang terus meningkat. Alhasil, kesenjangan antara pendapatan dan harga rumah semakin lebar, terutama di kota-kota besar.

Para ahli khawatir, situasi ini mengancam “American Dream”. Rumah bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan aset penting untuk membangun kekayaan jangka panjang.

Laporan terbaru Bankrate menunjukkan, lebih dari 75 persen rumah di AS kini tidak terjangkau bagi rumah tangga rata-rata.

Bankrate mendefinisikan rumah “terjangkau” jika biaya perumahan tahunan tidak melebihi 30 persen dari pendapatan rumah tangga.

“Hanya sebagian kecil rumah yang masih terjangkau bagi rumah tangga tipikal,” kata Analis Data Bankrate, Alex Gailey, seperti dikutip dari CBS News.

Gailey menambahkan, “Kepemilikan rumah mulai terasa bukan lagi tonggak umum kelas menengah, melainkan sebuah kemewahan.”

Kelangkaan pasokan rumah terjangkau menjadi pemicu utama masalah ini.”Kondisi ini membuat rumah tangga rata-rata memiliki jauh lebih sedikit pilihan rumah yang mampu mereka beli,” ujar Gailey.

Data National Association of Realtors menunjukkan, hanya 24 persen penjualan rumah tahun lalu berasal dari pembeli rumah pertama. Angka ini turun drastis dibandingkan 50 persen pada tahun 2010.

Analisis Zillow menyebutkan,AS membutuhkan 4,7 juta unit rumah tambahan untuk memenuhi permintaan.

Pendapatan median rumah tangga di AS pada 2024, setelah disesuaikan inflasi, mencapai sekitar US$84.000 (Rp1,39 miliar).

Namun, angka ini jauh dari pendapatan yang dibutuhkan untuk membeli rumah tipikal, yaitu sekitar US$113.000 (Rp1,88 miliar) per tahun. Harga rumah median mencapai US$435.000 (Rp7,22 miliar).

Kondisi lebih buruk terjadi di kota-kota termahal seperti New York, San Francisco, dan Seattle. Di sana, rumah tangga harus berpenghasilan minimal US$200.000 (Rp3,32 miliar) per tahun untuk mampu membeli rumah median.