Tutup
IndustriPerbankan

Hashim Menilai: Target Iklim Global Terancam Gagal di COP30

197
×

Hashim Menilai: Target Iklim Global Terancam Gagal di COP30

Sebarkan artikel ini
hashim-soal-ktt-iklim-cop30:-harapan-dunia-sayangnya-tak-tercapai
Hashim soal KTT Iklim COP30: Harapan Dunia Sayangnya Tak Tercapai

Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menilai Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) memberikan dampak positif bagi Indonesia.

Namun, capaian global dalam pertemuan yang digelar di Belem, Brasil itu, dinilai masih di bawah ekspektasi.

Penilaian ini disampaikan Hashim saat tiba kembali di Indonesia, usai mendampingi delegasi RI dalam KTT Iklim tersebut.

“Untuk Indonesia menurut saya cukup bagus, tetapi harapan dunia dari COP30 sayangnya tidak tercapai,” ujar hashim dalam acara CNN Indonesia Sustainability Summit di Jakarta, Rabu (26/11).

Ia menyoroti bahwa sejumlah media internasional menilai pertemuan itu belum menghasilkan terobosan signifikan bagi agenda iklim global.

Hashim menjelaskan posisi Indonesia yang seringkali didesak untuk melakukan penghentian total (phase out) bahan bakar fosil, termasuk batu bara, minyak, dan gas.

Namun, Indonesia tetap menolak phase out dan memilih strategi pengurangan bertahap (phase down).

“Indonesia menolak desakan untuk phase out dari segala fossil fuels. Kita menganut prinsip phase down,” tegasnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat,sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto di forum internasional.

Meski demikian, Hashim memperkirakan pertumbuhan ekonomi tinggi sekitar 8 persen akan menyebabkan peningkatan emisi hingga 2029 akibat ekspansi industri, pembangunan, dan hilirisasi.

“Dengan high growth 8 persen atau lebih tinggi tidak mungkin kita bisa mengurangi emisi pada saat ekonomi meningkat,” jelasnya.

Menurut Hashim, penurunan emisi baru akan terlihat setelah 2030, seiring dengan berjalannya berbagai proyek energi bersih.

Program kelistrikan nasional yang mencapai 70 gigawatt akan didominasi energi terbarukan dan energi baru seperti surya, bayu, panas bumi, hingga nuklir, yang dikategorikan sebagai energi hijau.

Sebagai tindak lanjut diskusi pasca-COP30, CNNIndonesia menyelenggarakan Sustainability summit 2025: Navigating growth in a Lasting world After COP30.

Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, perbankan, kepala daerah, dan praktisi lingkungan, dengan Hashim sebagai salah satu pembicara utama.