Tutup
News

Hibah Pulitzer Center, Dosen UNP Berdayakan Perempuan Muda Lewat Surat di Sulawesi

310
×

Hibah Pulitzer Center, Dosen UNP Berdayakan Perempuan Muda Lewat Surat di Sulawesi

Sebarkan artikel ini
hibah-pulitzer-center,-dosen-prodi-ilmu-komunikasi-unp-jalankan-pengabdian-di-sulawesi-selatan
Hibah Pulitzer Center, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UNP Jalankan Pengabdian di Sulawesi Selatan

PADANG – Dua dosen Ilmu komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP), Ayu Adriyani dan AB Sarca Putera, terpilih sebagai penerima hibah internasional Impact Seed Fund (ISF) 2025 dari Pulitzer Center, Amerika Serikat, untuk program edukasi jurnalisme lingkungan. Program ini menjadi wujud komitmen UNP dalam isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Hibah ISF yang bersifat mikro ini diberikan kepada akademisi dan peneliti yang merancang program edukasi tentang jurnalisme dan isu-isu lingkungan seperti deforestasi, keanekaragaman hayati, perubahan iklim, hingga hak-hak buruh. Tahun ini, ISF menerima 271 proposal dari Asia Tenggara, Afrika, dan Brasil.

Ayu Adriyani, selaku Ketua Tim, menjelaskan bahwa program yang mereka usung berjudul “Proyek Epistolari: pesan-pesan dari Dua Nusa” akan menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara perempuan muda di Kota Padang dan perempuan muda di Kawasan adat Ammatoa Kajang, Sulawesi Selatan, melalui praktik surat-menyurat. “Surat-surat reflektif yang harapannya memberikan gambaran bagaimana dinamika yang ada di lingkungan masing-masing dari sudut pandang anak muda dan Perempuan ini nantinya akan dikemas menjadi Buku Antologi,” ungkap Ayu.

Masyarakat adat Ammatoa Kajang dikenal dengan identitas warna hitam sebagai simbol kesederhanaan dan kearifan lokal dalam menjaga hutan. Proyek ini akan memfasilitasi setiap perempuan muda untuk saling bercerita tentang relasi mereka dengan adat dan lingkungan.Kedua kelompok masyarakat ini dipilih karena mewakili dua kontur geografis yang berbeda, yaitu hutan dan laut (pesisir).

tahap awal program telah dilaksanakan di Kawasan Adat Ammatoa, Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Sabtu (9/8), dengan pendampingan dari jurnalis lokal Irwan Idris. Lima peserta terpilih mengikuti kegiatan tersebut. Irwan Idris menyampaikan bahwa tulisan yang baik adalah tulisan tentang keseharian yang bisa dirasakan oleh siapapun yang membacanya, termasuk dalam surat ini.

AB Sarca Putera, Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi, menambahkan bahwa program ISF ini juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan menjalin kerja sama dengan Yayasan Ruang Antara, sebuah NGO lokal di Sulawesi Selatan. “Melalui kerja sama ini diharapkan akan ada implementasi dalam hal pengembangan bahan ajar pada mata kuliah yang relevan, misalnya mata kuliah jurnalisme Lingkungan,” kata AB Sarca Putera.

Kegiatan ini akan berlangsung hingga Desember 2025, melibatkan jurnalis lokal, NGO lokal, komunitas adat, dan kelompok masyarakat di Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat. inisiatif ini merupakan wujud aktualisasi kampus Berdampak, yang berupaya memberikan kontribusi nyata melalui pelibatan aktif mahasiswa dan kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat untuk menghasilkan solusi dan dampak berkelanjutan.Program ini sejalan dengan Enduring Advancement Goals (SDGs) ke-13, yaitu climate Action (Penanganan Perubahan Iklim), dengan memanfaatkan medium surat sebagai upaya advokasi terhadap isu perubahan iklim.