Tutup
EkonomiIndustriInvestasiNews

Hilirisasi Aluminium: Nevi Zuairina Dorong Industri Nasional Mandiri

132
×

Hilirisasi Aluminium: Nevi Zuairina Dorong Industri Nasional Mandiri

Sebarkan artikel ini
nevi-zuairina-dorong-hilirisasi-aluminium-nasional-berbasis-ketahanan-energi
Nevi Zuairina Dorong Hilirisasi Aluminium Nasional Berbasis Ketahanan Energi

Jakarta – Anggota DPR RI nevi Zuairina menyoroti pentingnya proyek Smelter grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini dinilai sebagai fondasi penting untuk hilirisasi industri aluminium nasional.

Nevi mengingatkan agar SGAR tidak hanya menjadi tempat pengolahan bahan mentah semata.

Hal ini disampaikan saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Pontianak, yang membahas operasional smelter alumina dan penguatan ekosistem industri tambang nasional.

Menurut Nevi, keberhasilan SGAR harus diukur dari kemampuannya mendorong tumbuhnya industri turunan aluminium di dalam negeri. Bukan hanya sekadar volume produksi alumina.

“Indonesia telah memasuki fase penting transformasi dari negara pengekspor bahan mentah menuju negara industri bernilai tambah tinggi,” ujar politisi PKS ini.

Sinergi antara BP BUMN, Antam, Inalum, PT Borneo Alumina Indonesia, dan pengelola kawasan industri dinilai krusial.Tujuannya agar hilirisasi berjalan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Nevi menekankan perlunya sinkronisasi pendanaan antar fase proyek, penguatan ketahanan pasokan bahan baku, serta prioritas kebutuhan domestik sebelum ekspor.

“Strategi mitigasi risiko terhadap fluktuasi harga alumina global sangat penting agar keberlanjutan proyek tetap terjaga secara finansial,” katanya.

Nevi juga menyoroti pentingnya jaminan ketersediaan listrik yang stabil 24 jam dengan tarif kompetitif.Hal ini agar produk nasional mampu bersaing di pasar global.

“Ketika industri sudah berjalan, listrik tidak boleh menjadi titik lemah. Pasokan energi harus pasti, berkelanjutan, dan mendukung efisiensi biaya produksi,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, terutama terkait limbah red mud, serta percepatan transfer teknologi.

Nevi melihat Kalimantan Barat memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan kawasan industri aluminium terpadu.

Ia mengajak semua pihak menjadikan proyek SGAR sebagai momentum besar bagi kemandirian industri nasional.

“Kita tidak boleh berhenti di alumina. Target akhirnya adalah industri aluminium nasional yang kuat,mandiri,dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global,” tutup Nevi.