Tutup
News

ID FOOD Suplai Pangan untuk Koperasi Desa Merah Putih

184
×

ID FOOD Suplai Pangan untuk Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini
id-food-suplai-pangan-untuk-koperasi-desa-merah-putih
ID FOOD Suplai Pangan untuk Koperasi Desa Merah Putih

Palembang – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluncuran programme Koperasi Desa/kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di berbagai provinsi.Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat mulai dari tingkat desa.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Holding BUMN Pangan ID FOOD menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi aktif. Dukungan ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk penyediaan suplai pangan strategis.

Menurut Direktur Utama ID FOOD, ghimoyo, partisipasi ID FOOD merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi desa. “Ini merupakan bentuk sinergi antar BUMN dan koperasi dalam memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir, sekaligus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tingkat desa/kelurahan,” ujarnya saat menghadiri peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih percontohan di Kelurahan Sukodadi, Palembang, Sumatera Selatan, bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.ID FOOD akan menyalurkan komoditas pangan seperti gula, beras, minyak goreng, dan komoditas lainnya ke sejumlah titik distribusi koperasi melalui jaringan cabang dan kantor distribusinya dari Aceh hingga Papua.pada tahap awal peluncuran di Sumatera Selatan, ID FOOD telah memasok lima ton gula kristal putih, lima ton minyak goreng, lima ton beras, dua ton tepung, dan dua ton sagu.

“Ke depannya volume dan titik distribusi akan terus ditingkatkan seiring bertambahnya titik lokasi Koperasi. Dengan suplai langsung dari holding pangan kami ingin mendekatkan akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat,sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi lokal melalui koperasi sebagai simpul distribusi,” kata Ghimoyo.

Dalam mendukung program ini, ID FOOD melibatkan anak dan cucu perusahaan di sektor perdagangan dan logistik, seperti PT Rajawali Nusindo, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT GIEB Indonesia, dan BGR Logistik Indonesia. Ghimoyo memastikan bahwa “Perusahaan memastikan pengiriman barang dilakukan sesuai standar kualitas dan ketepatan waktu.” Distribusi pangan ini juga didukung oleh platform e-commerce warung pangan yang dikembangkan sejak 2020, yang memungkinkan koperasi melakukan pemesanan secara online.

Ghimoyo menambahkan, ID FOOD memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung distribusi pangan, termasuk 1.075 gudang dengan kapasitas 2,4 juta ton yang tersebar di seluruh provinsi, serta didukung oleh 900 armada logistik.”Lini bisnis perdagangan dan logistik ID FOOD juga sudah melakukan kerja sama infrastruktur kepelabuhanan dan pergudangan pelabuhan dengan Pelindo dan menjalin kerja sama rantai dingin dengan Asosiasi Rantai Dingin Indonesia (ARPI),” jelasnya.

Ghimoyo berharap dukungan ID FOOD dapat memastikan distribusi pangan yang efisien dari produsen ke masyarakat, serta menjadi bagian dari strategi stabilisasi harga pangan di tingkat desa/kelurahan.Ia menuturkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menghindari ketergantungan pada rantai distribusi panjang yang kerap menimbulkan lonjakan harga. “Kami percaya desa adalah kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, melalui sinergi dengan KDMP, kami ingin memastikan bahwa pembangunan pangan nasional dimulai dari akar rumput,” kata Ghimoyo.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan,pada peluncuran tersebut menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan gagasan besar yang mulai berjalan sesuai visi Presiden. Menurutnya, Kopdes Merah Putih adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada perekonomian masyarakat di desa dan kelurahan. “Kopdes itu merupakan bentuk keberpihakan kita kepada usaha dan perekonomian rakyat,agar di tiap kelurahan,di tiap desa,ada pusat perekonomian. Yang memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Zulkifli Hasan menerangkan bahwa Koperasi Desa/kelurahan Merah putih merupakan usaha yang bisa menghasilkan,seperti usaha pupuk,sembako,dan simpan pinjam. Ia menambahkan bahwa Kopdes Sukodadi Palembang telah menjadi pusat bisnis masyarakat dengan berbagai usaha, mulai dari grosir sembako, pangkalan gas LPG, agen bank dan pos, hingga budidaya jamur. “Ini lengkap sekali, (ini merupakan koperasi desa merah putih) percontohan,” pungkas Zulkifli Hasan.