Tutup
Regulasi

IHSG Cetak Rekor Tertinggi! Investor Makin Optimis?

143
×

IHSG Cetak Rekor Tertinggi! Investor Makin Optimis?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026), didorong oleh data ekonomi domestik yang stabil.

IHSG melesat 1,27 persen atau 111,06 poin ke level 8.859,19. Indeks LQ45 juga menguat 0,91 persen atau 7,77 poin ke posisi 859,77.

“Penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif dari bursa regional Asia dan rilis data ekonomi dalam negeri yang solid,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dalam kajiannya. Ia menyoroti surplus neraca perdagangan dan inflasi yang terkendali sebagai faktor utama.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan November 2025 mencapai US$2,66 miliar. Inflasi Desember 2025 tercatat 0,64 persen *month-to-month (mtm)* dan 2,92 persen *year-on-year (yoy)*.

Laju inflasi sepanjang 2025 diperkirakan masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5 persen.

Di sisi eksternal, pelaku pasar cenderung mengabaikan isu geopolitik terkait serangan AS terhadap Venezuela.

Fokus beralih ke rilis survei swasta yang menunjukkan aktivitas bisnis di China tetap ekspansif selama tujuh bulan berturut-turut pada Desember 2025, meski sedikit turun menjadi 52,0 dari 52,1 pada November 2025.

Data tersebut didukung oleh aktivitas jasa yang kuat dan peningkatan produksi pabrik. Presiden Cina Xi Jinping mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan sekitar 5 persen pada tahun 2025.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG terus bergerak di zona positif.

Dari seluruh sektor, sepuluh sektor mencatatkan penguatan, dipimpin oleh sektor transportasi & logistik yang melonjak 2,21 persen, diikuti oleh sektor barang baku (2,08 persen) dan energi (1,76 persen).

Sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi, turun 0,50 persen.

Total frekuensi perdagangan mencapai 4.010.984 kali transaksi dengan volume 70,26 miliar lembar saham senilai Rp30,32 triliun. Tercatat 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Bursa saham regional Asia juga menunjukkan kinerja positif. Indeks Nikkei melonjak 2,97 persen ke 51.832,80, Hang Seng naik 0,03 persen ke 26.347,24, Shanghai menguat 1,38 persen ke 4.023,41, dan Strait Times bertambah 0,52 persen ke 4.680,50.