Tutup
News

IHSG Menguat di 7.800-an: Sentimen Positif Redam Dampak Gejolak

290
×

IHSG Menguat di 7.800-an: Sentimen Positif Redam Dampak Gejolak

Sebarkan artikel ini
ihsg-terbang-lagi!-intip-sederet-sentimen-positif-yang-jadi-pendorong
IHSG Terbang Lagi! Intip Sederet Sentimen Positif yang Jadi Pendorong

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren positif dan menguat di kisaran 7.800-an. Penguatan ini terjadi setelah sempat tertekan akibat gejolak sosial-politik yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hanya dalam dua hari, IHSG mampu bangkit setelah demonstrasi yang sempat menggoyahkan pasar modal.

Ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee, menilai penguatan IHSG didorong oleh kombinasi sentimen positif global dan essential ekonomi domestik yang solid.

“Fundamental ekonomi kita bagus.Langkah pengawasan dan pengaturan OJK sangat baik, dan kerja sama dengan Kementerian Perekonomian juga membantu menenangkan pelaku pasar,” kata Hans.

Pemulihan cepat ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja emiten.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengambil langkah antisipasi dengan mengubah aturan trading halt serta memberikan kelonggaran mekanisme buyback tanpa RUPS.

Hans menilai kebijakan tersebut sebagai respons tepat yang membantu menenangkan pasar saat situasi penuh ketidakpastian.

Selain itu, Hans menyoroti kontribusi pemerintah dan aparat keamanan dalam meredam ketegangan.

“Begitu situasi mulai kondusif, pasar saham kita langsung membaik,” ujarnya.

Indikator ekonomi domestik, seperti Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang kembali naik di atas angka 50, menunjukkan perbaikan aktivitas ekonomi.Faktor eksternal seperti intervensi Presiden AS terhadap The Fed dan keputusan pengadilan terkait tarif impor juga memengaruhi pergerakan pasar.

Hans menegaskan bahwa potensi pasar saham nasional masih menarik bagi investor asing,meskipun sempat menjadi sorotan internasional akibat dinamika politik dalam negeri.

“Banyak investor percaya bahwa saham-saham emerging market memiliki peluang pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan negara maju.Dampak demo diperkirakan hanya bersifat sementara,” katanya.Untuk prospek ke depan, Hans memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.800 hingga 8.100.

Ia melihat potensi penurunan semakin terbatas karena valuasi saham Indonesia relatif murah di tengah tren perbaikan ekonomi.

Hans berharap stabilitas sosial-politik dapat terus terjaga agar pasar modal Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka menengah dan panjang.