Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (25/3/2026). Indeks berhasil menembus level 7.302,12.
IHSG tercatat melesat 2,75 persen atau setara 195,28 poin.
Pergerakan IHSG terpantau konsisten naik sejak sesi pertama,dimulai dari level 7.194.
Menjelang penutupan, indeks semakin kuat dan menembus area 7.302 setelah sempat berada di 7.525.
Sempat terperosok ke zona merah di area 7.065 pada awal sesi, IHSG kemudian mampu bangkit dan berbalik arah.
Nilai transaksi pada perdagangan hari ini mencapai Rp 25,87 triliun, dengan volume transaksi sebesar 384,16 juta.
Total, terdapat 2,13 juta transaksi yang terjadi sepanjang hari.
mayoritas sektor saham mencatatkan kinerja positif, dengan sektor industri memimpin penguatan sebesar 5,98 persen.
Sementara itu, sektor bahan baku mengalami pelemahan 0,17 persen dan sektor kesehatan merosot 0,12 persen.
Sektor energi menguat 5,15 persen, sektor konsumer siklikal naik 3,84 persen, dan sektor transportasi melonjak 3,30 persen.
Penguatan juga terjadi pada sektor infrastruktur sebesar 3,45 persen, sektor konsumer non-siklikal naik 2,31 persen, sektor teknologi meningkat 1,33 persen, sektor properti melejit 0,92 persen, dan sektor keuangan naik 0,71 persen.
Analis Phintraco Sekuritas mengungkapkan, penguatan indeks bursa Asia dan koreksi harga minyak dunia menjadi faktor positif bagi IHSG.
Sentimen ini dipicu oleh berita upaya Amerika serikat (AS) untuk meredakan ketegangan konflik dengan Iran.
Pemerintah AS dikabarkan telah menyampaikan proposal perdamaian kepada iran melalui Pakistan. Proposal tersebut mencakup pembatasan ketat programme nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
“Meskipun belum jelas apakah proposal tersebut telah sampai di kalangan pejabat Iran dan apakah Israel akan mendukung rencana AS tersebut, laporan itu sudah mendorong koreksi harga minyak dunia,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 5 persen ke level US$87 per barel.
Sementara itu, minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 6 persen di level US$98 per barel hingga Rabu sore.
Secara teknikal, terjadi penyempitan histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area overbought.
IHSG juga ditutup di atas MA5 disertai kenaikan volume beli.
dari sisi domestik, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya menjadi faktor pendorong.
Langkah efisiensi di berbagai kementerian untuk memangkas pengeluaran yang tidak mendesak, diperkirakan dapat menghemat pengeluaran negara sekitar Rp 80 triliun.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pengurangan frekuensi distribusi makan harian sebagai langkah efisiensi, yang berpotensi menghemat sekitar Rp40 triliun.
“Ini masih bersifat usulan dan akan segera diajukan kepada Presiden Prabowo untuk keputusan final,” lanjut Tim Analis Phintraco Sekuritas.







