Tutup
IndustriNews

Industri Ini Picu Stres Pekerja, Riset Ungkap Fakta

242
×

Industri Ini Picu Stres Pekerja, Riset Ungkap Fakta

Sebarkan artikel ini
intip-10-pekerjaan-paling-bikin-stres-di-2026,-ada-profesi-anda?
Intip 10 Pekerjaan Paling Bikin Stres di 2026, Ada Profesi Anda?

Jakarta – Stres kerja dan burnout menjadi isu global yang kian mengkhawatirkan di tahun 2026. Tekanan pekerjaan tak lagi terbatas pada sektor atau jabatan tertentu, melainkan meluas ke berbagai industri.

Jam kerja panjang, kurangnya tenaga kerja, tuntutan produktivitas tinggi, dan ketidakpastian ekonomi menjadi pemicu utama kelelahan fisik dan mental para pekerja.

Riset menunjukkan stres kerja bukan lagi masalah individu, tetapi persoalan sistemik di dunia kerja modern. Data terbaru mengungkap mayoritas pekerja mengalami stres berkepanjangan yang berdampak pada kesehatan dan kehidupan pribadi.

Survei menunjukkan 90% karyawan mengaku stres di tempat kerja. Sebanyak 50% menyatakan beban kerja berlebih menurunkan produktivitas, dan 77% mengatakan stres berdampak langsung pada kesehatan fisik. Bahkan, kerja shift ekstrem kini disebut “shift sulking” karena tekanan yang ditimbulkan.

Welltory, aplikasi manajemen stres dan energi, melakukan analisis untuk mengidentifikasi industri dengan tingkat stres tertinggi di Amerika Serikat sepanjang 2025.

Penilaian dilakukan berdasarkan tujuh faktor utama, termasuk jam kerja mingguan rata-rata, tingkat lowongan pekerjaan, risiko cedera dan penyakit kerja, pendapatan mingguan, tingkat pemutusan hubungan kerja, tingkat pengunduran diri, serta tingkat burnout pekerja.

Faktor-faktor tersebut dinormalisasi menggunakan metode statistik untuk menghasilkan skor stres pada skala 1 hingga 100.

Berikut daftar 10 industri paling membuat stres di 2026, berdasarkan riset Welltory:

  1. Leisure dan hospitality (skor 66)
  2. Jasa profesional dan bisnis (skor 56)
  3. Transportasi dan pergudangan (skor 53)
  4. Pertambangan dan kehutanan (skor 50)
  5. Pendidikan dan layanan kesehatan swasta (skor 46)
  6. Informasi (skor 43)
  7. Konstruksi (skor 43)
  8. Perdagangan ritel (skor 42)
  9. Utilitas (skor 42)

Industri leisure dan hospitality menempati posisi teratas karena jam kerja tidak menentu, interaksi langsung dengan pelanggan, serta tingkat upah yang relatif rendah.

Pakar kesehatan mental dari Welltory, Anna Elitzur, menegaskan bahwa penyebab stres bukan semata jenis pekerjaan.

“Apa yang ditunjukkan data ini adalah bahwa stres kerja didorong oleh bagaimana pekerjaan dirancang, bukan hanya oleh sifat pekerjaannya,” ujarnya.

“Jam kerja panjang, kekurangan staf, risiko cedera, dan tekanan finansial semuanya menunjukkan masalah mendasar, yaitu ketidakseimbangan antara tuntutan kerja dan waktu pemulihan.”