Tutup
EkonomiInvestasiNews

Industri Padel Terpuruk, Banyak Lapangan Tutup Jadi Gudang

785
×

Industri Padel Terpuruk, Banyak Lapangan Tutup Jadi Gudang

Sebarkan artikel ini
industri-padel-terpuruk,-banyak-lapangan-yang-tutup-dan-berubah-jadi-gudang
Industri Padel Terpuruk, Banyak Lapangan yang Tutup dan Berubah Jadi Gudang

Jakarta – Euforia olahraga padel yang sempat mendunia kini meredup. Kebangkrutan bisnis padel melanda Swedia akibat ekspansi berlebihan dan penurunan minat masyarakat.

Swedia, negara yang pertama kali mengadopsi padel secara besar-besaran, kini menghadapi gelombang penutupan lapangan dan kebangkrutan perusahaan. Beberapa fasilitas olahraga bahkan beralih fungsi menjadi gudang atau toko.

Data dari lembaga referensi kredit Creditsafe menunjukkan, hampir 90 perusahaan terkait padel di Swedia bangkrut sepanjang 2023. Ribuan lapangan juga terpaksa tutup akibat persaingan ketat, inflasi, dan penurunan minat.

“Negara ini dengan cepat berubah dari memiliki 300 lapangan padel menjadi 3.500. Itu sama sekali tidak bisa dipertahankan,” ungkap Andreas Ehrnvall, seorang veteran padel di Swedia.

Ledakan jumlah lapangan antara 2018 hingga 2021 menjadi masalah utama. Di Uppsala, misalnya, jumlah lapangan melonjak drastis dari 14 menjadi 100 hanya dalam setahun.

penutupan fasilitas pun berlangsung cepat. We Are Padel, bagian dari investasi Triton, menutup sekitar 50 klub. Perusahaan mencatat kerugian 716 juta krona Swedia (sekitar Rp1,45 triliun) pada 2022. PDL United, yang didukung Coeli Private Equity, juga mengalami kebangkrutan.

Di Vasteras, bekas pusat padel kini diubah menjadi supermarket atau gudang, menandakan perubahan fungsi fasilitas olahraga tersebut.

Meski industri padel di Swedia menyusut, prospek global olahraga ini masih dianggap cerah. Deloitte memperkirakan ekosistem padel bernilai sekitar €2 miliar (setara Rp39,1 triliun) dan bisa melampaui €4 miliar (setara Rp78,3 triliun) pada 2026.

Beberapa pengusaha Swedia tetap optimistis. martin Lorentzon, pendiri Spotify, mendukung pembukaan pusat padel di London. Triton’s LeDap juga mulai melebarkan sayap ke Amerika Serikat.