Tutup
EnergiInvestasiNews

Inpex Bangun Masela, Warga Tanimbar Protes Ganti Rugi

273
×

Inpex Bangun Masela, Warga Tanimbar Protes Ganti Rugi

Sebarkan artikel ini
investasi-inpex-masela-rp-345-triliun,-masalah-ganti-rugi-lahan-jadi-sorotan
Investasi Inpex Masela Rp 345 Triliun, Masalah Ganti Rugi Lahan Jadi Sorotan

Jakarta – Proyek LNG Blok Masela yang menelan investasi asing hingga US$20,94 miliar atau sekitar Rp 345,51 triliun, diwarnai kekecewaan warga Tanimbar terkait ganti rugi lahan.

Padahal, proyek yang ditargetkan beroperasi mulai akhir 2029 hingga 2055 ini, diharapkan mampu mendongkrak ekonomi daerah.

intelektual muda Tanimbar, Simon Batmomolin, menyuarakan kekecewaan atas kebijakan ganti rugi lahan yang dinilai tidak adil.

“Kami sangat mendukung adanya investasi Blok Masela, karena diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menyerap tenaga kerja, dan menuntaskan kemiskinan akut di Tanimbar,” ujar Simon, Rabu (15/10/2025).

Namun, lanjutnya, kebijakan Inpex Masela terkait ganti rugi lahan telah melukai hati masyarakat Tanimbar.

Warga Desa Lermatang, Pulau Nustual, kecewa karena ganti rugi lahan hanya Rp 14.000 per meter saat pembebasan 27 hektare lahan.

Harga tersebut dinilai jauh dari harapan dan bahkan tidak cukup untuk membeli satu kilogram beras.

Padahal, Inpex membutuhkan 662 hektare lahan lagi untuk fase berikutnya, yaitu pembangunan kilang LNG dan fasilitas pendukung lainnya.

Warga Lermatang berharap harga pembebasan lahan bisa mencapai Rp 350.000 per meter,sesuai dengan Peraturan Desa (Perdes) nomor 3 Tahun 2023.

Blok Masela diproyeksikan memberikan pendapatan US$150 miliar atau Rp 2.543 triliun terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia.

Proyek ini juga diharapkan menyerap 12.600 tenaga kerja pada fase konstruksi dan 850 orang pada fase produksi.