Jakarta – Jawa Barat (Jabar) menjadi magnet investasi di Indonesia pada triwulan III-2025. Provinsi ini mencatatkan realisasi investasi tertinggi secara nasional, mencapai Rp77,1 triliun.
Kementerian Investasi mencatat, angka ini menjadikan Jabar sebagai primadona investasi di Tanah Air.
Secara nasional,realisasi investasi mencapai Rp491,4 triliun,tumbuh 13,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi motor utama dominasi jabar, mencapai Rp41,8 triliun atau 15 persen dari total PMDN nasional.
Di sektor Penanaman Modal Asing (PMA), Jabar juga unggul dengan nilai investasi US$2,2 miliar, setara 16,7 persen dari total PMA nasional.
Selain Jabar, empat provinsi lain yang masuk lima besar realisasi investasi adalah DKI Jakarta (Rp63,3 triliun), Sulawesi Tengah (Rp33,4 triliun), Banten (Rp30,8 triliun), dan Jawa Timur (Rp30,4 triliun).
Secara keseluruhan, PMDN masih mendominasi dengan kontribusi 56,9 persen (Rp279,4 triliun), sementara PMA berkontribusi 43,1 persen (Rp212 triliun).
Realisasi investasi nasional hingga akhir triwulan III telah mencapai 75,3 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun.
Gubernur jabar, Dedi Mulyadi, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang menjadikan Jabar destinasi utama investor.
“Yang dibangun adalah investasi.bagaimana investasi? Ya, harus ramah. Bagaimana caranya ramah? Perizinan harus cepat, infrastruktur harus dibangun dengan baik,” ujar Dedi di Bandung, Jumat.
Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen untuk terus mempermudah perizinan, menghadirkan infrastruktur memadai, serta memberikan keamanan dan kenyamanan bagi investor.







