Jakarta – Timothy Ronald, investor muda sekaligus pendiri Akademi Crypto, dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan investasi dan trading kripto.
Seorang wanita bernama Agnes Stefani (25) membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Ia mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor STTLP/B/483/1/2026.
Laporan Agnes menambah daftar panjang dugaan korban penipuan yang dilakukan Timothy Ronald. Sebelumnya, seorang pelapor berinisial “Y” juga melaporkan kerugian sekitar Rp3 miliar.
Kasus ini memicu perdebatan tentang peran influencer investasi, terutama di sektor kripto yang dikenal memiliki risiko tinggi. Banyak korban mengaku tergiur bergabung dengan Akademi Crypto karena terpengaruh citra sukses dan gaya hidup mewah yang dipamerkan.
Namun, alih-alih mendapatkan keuntungan, mereka justru mengalami kerugian besar.
Siapa Sebenarnya Timothy Ronald?
Timothy Ronald lahir di Tangerang Selatan pada 22 September 2000. Ia memulai bisnis sejak usia 15 tahun dengan berjualan pomade impor.
Usaha tersebut menjadi modal awal bagi Timothy untuk berinvestasi di saham dan kripto. Ia mengaku terinspirasi oleh Warren Buffett dan banyak membaca buku tentang investasi.
Di usia 19 tahun, Timothy berhasil meraih Rp1 miliar pertamanya dari investasi. Ia kemudian mendirikan platform edukasi finansial bernama Ternak Uang.
Namanya semakin dikenal luas melalui Akademi Crypto, sebuah platform edukasi dan riset kripto yang didirikannya bersama Kalimasada. Akademi ini menjadi pintu masuk bagi banyak orang ke dunia trading kripto, termasuk para pelapor yang kini merasa menjadi korban.







