Tutup
News

IPSI Sumbar Lantik Ketua, Soroti Peran Pendidikan Karakter

310
×

IPSI Sumbar Lantik Ketua, Soroti Peran Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini
gubernur-mahyeldi:-silat-tidak-hanya-soal-beladiri-tapi-juga-bagian-pendidikan-karakter
Gubernur Mahyeldi: Silat Tidak Hanya Soal Beladiri Tapi Juga Bagian Pendidikan Karakter

Padang – Gubernur Sumatera Barat,Mahyeldi Ansharullah,menyoroti pentingnya peran pencak silat sebagai sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Penegasan ini disampaikan saat menghadiri pelantikan Vasko Ruseimy sebagai Ketua IPSI Sumbar masa bakti 2025-2029, Kamis (3/7/2025).

Menurut Mahyeldi, pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa silat merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan non-formal yang kaya akan nilai budaya, agama, dan kearifan lokal di Sumatera Barat.

“Silat tidak hanya soal bela diri, tapi juga ajaran tentang kesabaran, keberanian, kejujuran, dan disiplin. Ini sejalan dengan nilai-nilai luhur Minangkabau dan Islam,” ujarnya di hadapan para tamu undangan di Auditorium Gubernuran.

Mahyeldi menjelaskan, dahulu di Sumbar, silat diajarkan di surau-surau setelah salat Isya, dipandu oleh para ulama dan tuo silek. Hal ini menandakan bahwa silat bukan hanya sekadar gerak fisik, tetapi juga sarana pendidikan spiritual dan moral.”Silat adalah madrasah kehidupan. Ini yang harus kita bangun kembali di tengah generasi muda hari ini,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pembinaan atlet tidak bisa instan, melainkan harus dilakukan secara bertahap, terstruktur, dan berkelanjutan. Oleh karena itu,ia meminta IPSI Sumbar untuk membangun ekosistem pembinaan yang kuat dari tingkat nagari hingga provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, mahyeldi menyampaikan tiga pesan utama kepada pengurus IPSI yang baru.Pertama, menjadikan jabatan sebagai amanah. Kedua, melakukan pembinaan secara berkelanjutan. Ketiga,melibatkan generasi muda serta perempuan dalam pengembangan silat.

“Silat adalah aset budaya, aset bangsa. Jangan biarkan ini hilang karena kelalaian kita, rangkul seluruh lini untuk memperkuat IPSI kedepan,” pungkasnya.Wakil Ketua Umum PB IPSI, Djayeng Tirto Soedarsono, mengapresiasi perhatian Gubernur Mahyeldi terhadap filosofi dan nilai-nilai dalam pencak silat. menurutnya, Sumbar memiliki kekuatan tersendiri karena integrasi antara budaya, agama, dan olahraga dalam silat sangat kental.

“Ini model yang bisa dicontoh daerah lain. Filosofi lokal bisa menjadi keunggulan global kalau dibangun dengan konsisten,” kata Djayeng pada Kamis (3/7/2025).

Djayeng juga menegaskan komitmen PB IPSI untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan silat di Sumbar, baik secara struktural maupun programatik.