Tutup
News

Irigasi Atasi Kekeringan, Petani Padang Kembali Bercocok Tanam

220
×

Irigasi Atasi Kekeringan, Petani Padang Kembali Bercocok Tanam

Sebarkan artikel ini
jaringan-irigasi-dibangun,-petani-di-padang-tidak-galau-lagi-akan-kekurangan-air
Jaringan Irigasi Dibangun, Petani di Padang Tidak Galau Lagi akan Kekurangan Air

Padang – Petani di Kota Padang segera memiliki solusi untuk mengatasi kekeringan sawah saat musim kemarau. Balai Wilayah Sungai (BWS) V akan membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di dua kecamatan.

Proyek ini menyasar delapan kelompok tani di Kecamatan bungus Teluk Kabung dan Lubuk Kilangan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menyatakan JIAT akan memanfaatkan sumber air tanah dalam sebagai alternatif irigasi.

“Pembangunan JIAT ini mendukung swasembada pangan dengan memperlancar ketersediaan air untuk lahan sawah,” kata yoice, Minggu (5/10/2025).

Dinas Pertanian mengajukan usulan pembangunan JIAT melalui aplikasi SIPURI di BWS V. usulan ini disetujui dalam DIPA APBN Kementerian PU.

Pemilihan lokasi di Bungus didasari oleh luasnya lahan sawah, yakni 650 hektare. di wilayah ini juga terdapat banyak kelompok tani, termasuk lahan tadah hujan seluas 123 hektare yang sering kering saat kemarau.

Setiap JIAT akan dilengkapi dengan bak penampungan, sumur bor, pompa air, solar sel, dan jaringan pipa ke sawah.

Anggaran untuk setiap JIAT mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.

Berikut daftar delapan kelompok tani penerima manfaat:

* Poktan Labuhan Tarok (Kelurahan Bungus Barat)
* Poktan Bunga Tanjung (Kelurahan Bungus Barat)
* Poktan Sarasah (Kelurahan Bungus Timur)
* Poktan Kolong Jambak (Kelurahan Bungus Barat)
* Poktan Batung I (Kelurahan Teluk Kabung Utara)
* Poktan Batung II (Kelurahan Teluk Kabung Utara)
* Poktan Aie Cangkiang (Kelurahan Teluk Kabung Selatan)
* Poktan Subur (kelurahan Koto Lalang)