Tutup
NewsPeristiwa

Proyek Irigasi di Pessel Mangrak, Rahmat Saleh Tinjau Lokasi

215
×

Proyek Irigasi di Pessel Mangrak, Rahmat Saleh Tinjau Lokasi

Sebarkan artikel ini
rahmat-saleh:-irigasi-mangkrak-rugikan-petani-di-pesisir-selatan
Rahmat Saleh: Irigasi Mangkrak Rugikan Petani di Pesisir Selatan

Pesisir Selatan – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyoroti sejumlah proyek irigasi tersier yang mangkrak di Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan.

Saat meninjau langsung 10 titik irigasi pada senin (15/12/2025), Rahmat menemukan pekerjaan proyek tersebut belum berjalan sesuai rencana. Padahal, tahun anggaran akan segera berakhir.

Rahmat menilai kondisi ini ironis, mengingat irigasi tersier merupakan infrastruktur penting bagi petani sawah.

“Saluran irigasi tersier berfungsi mengalirkan air langsung ke lahan pertanian,sehingga keterlambatan pengerjaan akan berdampak langsung pada jadwal tanam dan hasil panen,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap remeh karena menyangkut keberlangsungan ekonomi petani.

“Irigasi ini tujuannya jelas, untuk pengairan sawah petani. Kalau pengerjaannya mangkrak seperti ini, maka petani yang paling dirugikan,” kata Rahmat.

Dia menyebut pelaksanaan proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Balai wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat. Seharusnya, BWS memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal.

Selain 10 titik di Kecamatan Pancung Soal, Rahmat mengungkapkan total irigasi tersier yang ia perjuangkan mencapai 20 titik. Proyek ini tersebar di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Dharmasraya.

“Seluruh proyek tersebut dikerjakan langsung oleh BWS. Namun hingga pertengahan Desember, progres di lapangan dinilai belum memadai untuk bisa dimanfaatkan petani dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Rahmat mengkritik lemahnya pelaksanaan program yang tidak sejalan dengan kebutuhan di lapangan.

Dia menilai perencanaan dan pengawasan proyek perlu dievaluasi secara serius agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini sudah akhir tahun anggaran, tapi masih banyak yang belum dikerjakan. Kasihan petani, karena program ini sudah diperjuangkan, namun manfaatnya belum bisa dirasakan,” tuturnya.

Rahmat memastikan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat pusat dan meminta penjelasan dari pihak terkait.

“Kita harapkan nanti ada langkah percepatan dan tanggung jawab yang jelas agar irigasi tersier benar-benar bisa mendukung produktivitas pertanian dan tidak berhenti sebagai proyek di atas kertas,” pungkasnya.