Malalak – Anggota DPD RI, Irman Gusman, meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di kenagarian Toboh, Kecamatan Malalak, Jumat (5/12). Kedatangannya bersama tim tanggap bencana yang dibentuknya, untuk melihat langsung dampak kerusakan akibat galodo.
Irman menyaksikan dampak dahsyat galodo yang menghantam wilayah tersebut. Banyak warga kehilangan nyawa, rumah, dan tempat usaha.
“Saya melihat langsung bagaimana nestapa masyarakat akibat hantaman galodo ini,” ujar Irman di lokasi bencana.
Irman didampingi Camat Malalak, Ulya satar, serta perwakilan pemuda dan KNPI Agam. Mereka berkeliling menemui pengungsi dan warga yang membersihkan puing-puing rumah.
Kasmawati (50), seorang warga, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan rumahnya yang luluh lantak diterjang galodo. Rumah yang ditinggalinya bersama tujuh anggota keluarga kini hilang.”Iya, saya kehilangan rumah, tapi Alhamdulillah masih selamat. tujuh anggota keluarga ambo selamat dari musibah ini,” tuturnya kepada Irman.
Di lokasi lain, Jujun (52) menceritakan dua truk miliknya yang biasa digunakan mengangkut cassiavera (kulit manis) terbenam lumpur. Gudang berisi dua ton cassiavera miliknya juga hancur.
“Nilainya di luar truk ada sekitar Rp100 jutaan,” kata jujun dengan nada sedih.
Camat malalak, Ulya Satar, menjelaskan bahwa longsor menyebabkan 19 orang meninggal dan tiga masih dalam pencarian. Selain itu, 52 rumah rusak berat dan 60 lainnya rusak. Akses jalan dari Sicincin ke Bukittinggi via Malalak putus total.
“Alhamdulillah, banyak pihak yang telah memberikan bantuan di masa darurat ini,” kata Ulya.
Ulya berharap pemerintah menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional agar penanganannya lebih terukur.
Sebelum meninjau lokasi, Irman menyerahkan bantuan 400 kilogram beras dari Bulog. Timnya juga telah menyalurkan bantuan ke daerah lain yang terdampak.
“Kita akan terus menyuarakan permasalahan di lapangan ke tingkat nasional agar penanganannya terukur dan memiliki payung hukum yang jelas,” tegas Irman.







