Jakarta – Rupiah mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Jumat (13/6/2025),terpicu oleh kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan ekonomi global. Serangan Israel terhadap Iran dan kekhawatiran pasar terhadap potensi kebijakan tarif baru oleh Amerika Serikat menjadi katalis utama pelemahan mata uang Garuda.
Menurut pengamat mata uang, ibrahim Assuaibi, serangan Israel terhadap Iran telah memicu sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan. “kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah secara tiba-tiba menyusul serangan Israel terhadap iran memicu sentimen risk-off yang meluas,” jelasnya.
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi militer di Iran, termasuk individu yang diduga terkait dengan program nuklir negara tersebut.iran Press TV melaporkan adanya korban jiwa,termasuk perempuan dan anak-anak,meskipun jumlah pasti belum diumumkan. Sebagai respons, otoritas Iran membatalkan seluruh penerbangan di bandara Imam khomeini di Tehran, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita ISNA.
Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengecam keras serangan tersebut. Dalam pesan kepada bangsa Iran, ia menegaskan bahwa “Rezim Israel telah menetapkan takdir yang pahit dan menyakitkan bagi dirinya sendiri melalui serangan udara terhadap Iran pada jumat dini hari waktu setempat,” seraya menambahkan bahwa “rezim Zionis harus bersiap menunggu hukuman yang keras.”
Selain ketegangan geopolitik, pasar juga bereaksi terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi kenaikan tarif otomotif. Ibrahim menambahkan bahwa Trump “dapat segera menaikkan tarif otomotif (yang) memicu kecemasan baru atas perdagangan hanya sehari setelah mengklaim bahwa kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok telah selesai.”
Pada penutupan perdagangan, nilai tukar rupiah tercatat melemah 61 poin atau 0,38 persen menjadi Rp16.304 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp16.243 per dolar AS. Data dari Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan ke level Rp16.293 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.237 per dolar AS.







