Tutup
BisnisEkonomiInvestasiNewsRegulasi

Istana Membuka Opsi Merger GoTo dan Grab

154
×

Istana Membuka Opsi Merger GoTo dan Grab

Sebarkan artikel ini
istana-sebut-ada-rencana-merger-goto-dan-grab-dengan-libatkan-danantara
Istana Sebut Ada Rencana Merger GoTo dan Grab dengan Libatkan Danantara

Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dunia transportasi online. GoTo dan Grab dikabarkan akan melakukan merger.

Kabar ini dibenarkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

“Iya,rencananya memang begitu,” kata Prasetyo di Istana Merdeka,jakarta,Sabtu (8/11/2025).

Prasetyo menambahkan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan terlibat dalam proses penggabungan dua raksasa ride-hailing tersebut.

Meski begitu, ia belum bisa memberikan detail lebih lanjut mengenai skema merger atau akuisisi yang akan dilakukan.

“Kira-kira begitu (libatkan Danantara). Masih dicari bentuknya,” jelasnya.

Menurut Prasetyo, tujuan utama dari merger ini adalah untuk memastikan keberlangsungan perusahaan.

Ia menekankan bahwa ojek online (ojol) telah menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Tujuannya untuk semuanya supaya perusahaan ini tetap berjalan,” ujarnya.”Karena bagaimanapun perusahaan ini adalah pelayanan yang di situ tercipta tenaga kerja saudara-saudara kita yang menjadi mitra itu jumlahnya cukup besar,” imbuhnya.

Prasetyo juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus menyempurnakan peraturan presiden (perpres) mengenai ojol.

Masukan dari berbagai pihak, termasuk mitra ojol dan aplikator, terus dihimpun.

“Sedang terus disempurnakan.Dalam artian dilengkapi dari berbagai pihak ya. Baik teman-teman mitra ojol maupun teman-teman aplikator,” tuturnya.

Pembahasan perpres ini melibatkan banyak kementerian, serta Danantara karena menyangkut aspek korporasi.

“Dalam hal ini macam-macam karena kemudian ada juga Danantara juga ikut terlibat di situ karena ada proses korporasinya juga yang menjadi bagian dari yang dibicarakan begitu. Makanya minta tolong sabar dulu,” pungkasnya.