Tutup
Perbankan

Jaga Raja Ampat: Tolak Tambang, Majukan Hilirisasi!

236
×

Jaga Raja Ampat: Tolak Tambang, Majukan Hilirisasi!

Sebarkan artikel ini
awas,-masalah-tambang-nikel-raja-ampat-jangan-ganggu-hilirisasi
Awas, Masalah Tambang Nikel Raja Ampat Jangan Ganggu Hilirisasi

Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu, mengimbau semua pihak untuk merespons isu pertambangan nikel di Raja Ampat secara tenang. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kekhawatiran publik mengenai potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.Menurut Christiany, penting untuk menghindari pengambilan kesimpulan yang tergesa-gesa. Ia berpendapat bahwa keputusan Kementerian ESDM untuk menghentikan sementara kegiatan pertambangan adalah langkah yang tepat dan memerlukan dukungan melalui proses verifikasi yang komprehensif.

“Isu Raja Ampat ini sensitif, tapi jangan kita bawa ke arah yang politis atau emosional,” ujarnya di Jakarta, Minggu (8/6/2025). Ia menambahkan, pemerintah telah mengambil tindakan dan perlu diberikan kesempatan untuk melakukan verifikasi yang adil dan transparan.

Lebih lanjut, Christiany mengingatkan agar opini dan tekanan publik yang muncul setelah dugaan kerusakan lingkungan di Pulau Gag tidak berkembang menjadi narasi yang merugikan agenda hilirisasi nasional. Ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan verifikasi agar kebijakan yang diambil tetap adil,akurat,dan tidak terpengaruh oleh tekanan opini.

Christiany juga menyoroti bahwa Indonesia saat ini tengah menjalankan agenda besar hilirisasi berbasis nikel sebagai fondasi ekosistem industri baterai kendaraan listrik. Namun, ia mengakui bahwa upaya ini tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk potensi intervensi dari pihak luar yang tidak menginginkan indonesia menjadi negara industri maju.

“Setiap langkah kita menuju industrialisasi dan kemandirian ekonomi pasti menghadapi tekanan,” tegasnya. Ia menambahkan, terdapat kekuatan konservatif yang ingin Indonesia tetap bergantung dan tidak berkembang sebagai negara maju.