Jakarta – Sektor transportasi udara internasional mencatat peningkatan tertinggi hingga 11,05 persen selama Mei 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan ini didorong oleh keberangkatan jamaah haji dan momen libur panjang.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan, peningkatan ini dipicu oleh sejumlah faktor. “Peningkatan pada moda angkutan udara internasional,salah satunya disebabkan oleh keberangkatan jamaah haji dan juga momen libur panjang karena pada saat itu ada Hari Buruh,Waisak,dan Kenaikan isa Al-Masih,” ujarnya di Jakarta,Selasa (1/7/2025). Secara rinci, jumlah penumpang angkutan transportasi udara internasional mencapai 1,76 juta orang.
Selain angkutan udara internasional, moda transportasi kereta api juga mengalami peningkatan jumlah penumpang. Tercatat,ada 45,08 juta orang yang menggunakan kereta api pada mei 2025,atau naik 0,53 persen.
Namun, tidak semua moda transportasi mengalami peningkatan. Angkutan udara domestik justru mengalami penurunan sebesar 16,65 persen, dengan jumlah penumpang 4,54 juta orang pada Mei 2025, dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5,45 juta orang. Penurunan juga terjadi pada angkutan laut domestik sebesar 21,42 persen, dengan jumlah penumpang 2,57 juta orang pada Mei 2025, dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,27 juta orang.
Di sisi lain, BPS mencatat adanya peningkatan jumlah angkutan barang pada seluruh moda transportasi secara bulanan. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada angkutan kereta api sebesar 10,43 persen. Pada Mei 2025, angkutan barang pada moda kereta api mencapai 6,50 juta ton, angkutan laut domestik 42,46 juta ton, dan angkutan udara domestik 0,057 juta ton.
Pudji menambahkan, secara tahunan juga terjadi peningkatan jumlah angkutan barang pada seluruh moda transportasi. “Pertumbuhan tertinggi tercatat pada angkutan laut domestik, yaitu sebesar 18,36 persen dibandingkan dengan Mei 2024,” pungkasnya.







