Tutup
News

JPMorgan Tambah Saham BRI, Sinyal Kepercayaan Investor Global Menguat

254
×

JPMorgan Tambah Saham BRI, Sinyal Kepercayaan Investor Global Menguat

Sebarkan artikel ini
jpmorgan-tambah-saham-bri,-sinyal-kepercayaan-investor-global-menguat
JPMorgan Tambah Saham BRI, Sinyal Kepercayaan Investor Global Menguat

Jakarta – Di tengah gejolak pasar keuangan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) tbk (BBRI) justru menuai kepercayaan dari investor global.Hal ini ditandai dengan peningkatan signifikan kepemilikan saham oleh JPMorgan Chase & Co pada kuartal II-2025.

direktur Reliance Sekuritas indonesia Tbk, Reza Priyambada, pada Rabu (3/7/2025) menuturkan, langkah JPMorgan menambah saham BBRI di tengah pelemahan pasar menjadi sinyal positif. “meskipun saat ini saham BBRI sedang mengalami tekanan seiring dengan kondisi pasar, namun secara fundamental masih kokoh, dengan dukungan fondasi bisnisnya yang kuat juga strategi transformasi,” ujarnya.

Reza menambahkan,langkah ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap transformasi dan fundamental bisnis BRI yang kuat,bukan sekadar investasi jangka pendek. Dengan strategi jangka panjang yang konsisten dan komitmen terhadap tata kelola yang transparan, BRI dinilai siap menjadi pilar utama pemulihan pasar dan pertumbuhan inklusif nasional di masa mendatang. Ia juga menyoroti pernyataan Direktur Utama BRI Hery Gunardi yang menegaskan strategi transformasi yang sedang dilakukan oleh perseroan.

Optimisme pasar terhadap BRI juga tercermin dari konsensus analis. Data dari Bloomberg menunjukkan, 31 analis merekomendasikan beli, 5 tahan, dengan target harga rata-rata 12 bulan ke depan sebesar Rp4.703,6, memberikan potensi imbal hasil sekitar 27,1 persen dari harga pada awal bulan ini, Selasa (1/7/2025).

JPMorgan tercatat membeli 117,42 juta saham BRI selama periode April hingga Juni 2025, sehingga total kepemilikan mereka mencapai 1,54 miliar saham. Aksi beli ini merupakan pembalikan strategi, setelah sebelumnya JPMorgan menjual lebih dari 500 juta saham BRI pada kuartal I tahun ini.

Keputusan jpmorgan ini menarik perhatian karena dilakukan bersamaan dengan aksi jual terhadap dua emiten bank blue chip lainnya, yaitu Bank Mandiri (BMRI) dan bank Central Asia (BBCA). Hal ini memperkuat indikasi bahwa BRI kini menjadi fokus utama investor institusi besar, bahkan di tengah koreksi pasar yang masih berlangsung.Pada penutupan perdagangan Selasa (1/7/2025), harga saham BRI memang masih terkoreksi di level Rp3.700 per lembar. Namun, aksi JPMorgan menunjukkan bahwa investor institusional melihat fondasi kuat dan strategi transformasi jangka panjang BRI sebagai nilai yang lebih mendasar.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan, perusahaan tengah mengakselerasi transformasi melalui program BRIVolution Reignite. Transformasi ini mencakup penguatan aspek bisnis, tata kelola, manajemen risiko, hingga digitalisasi operasional, yang semuanya mengarah pada visi BRI menjadi The Most profitable Bank di Asia Tenggara pada 2030.

“Kami tetap fokus pada penguatan fundamental baik dari sisi pendanaan, penyaluran kredit yang berkualitas, peningkatan kapabilitas digital, penerapan manajemen risiko yang memadai hingga pengembangan SDM,” ujar Hery pada Rabu (3/7/2025).Transformasi ini sejalan dengan koridor pembangunan nasional Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,sekaligus menunjukkan keseriusan BRI dalam menjalankan mandat sebagai bank milik negara dan rakyat Indonesia.

BRI juga terus menunjukkan komitmen terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) di tengah proses penegakan hukum yang sedang berjalan terkait dugaan pengadaan mesin EDC periode 2020-2024. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BRI menjaga kepercayaan pasar, bahwa meskipun tantangan muncul, perusahaan tetap solid dalam mematuhi regulasi dan menjaga kelangsungan bisnis secara berkelanjutan.