Jakarta – Memasuki gerbang perguruan tinggi, calon mahasiswa dihadapkan pada pilihan jurusan yang akan menentukan arah karier mereka. Namun, laporan terbaru mengungkap bahwa beberapa jurusan memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan yang lain.
CNBC dan Federal Reserve Bank of New York pada Jumat (27/6/2025) merilis daftar 20 jurusan dengan tingkat pengangguran tertinggi, disertai estimasi pendapatan rata-rata lulusan pada usia 35 hingga 45 tahun. Data ini menjadi pertimbangan penting bagi calon mahasiswa dalam membuat keputusan.
berikut adalah daftar jurusan yang perlu dipertimbangkan kembali sebelum menentukan pilihan, beserta data tingkat pengangguran dan estimasi pendapatan rata-rata tahunan dalam Rupiah:
- Antropologi: Tingkat pengangguran 9,4%, pendapatan Rp1,58 miliar.
- Fisika: Tingkat pengangguran 7,8%, pendapatan Rp1,63 miliar.
- Teknik Komputer: Tingkat pengangguran 7,5%,pendapatan Rp1,99 miliar.
- Seni Komersial dan Desain Grafis: tingkat pengangguran 7,2%, pendapatan Rp1,22 miliar.
- Seni Rupa: Tingkat pengangguran 7,0%, pendapatan Rp1,21 miliar.
- Sosiologi: Tingkat pengangguran 6,1%, pendapatan Rp1,87 miliar.
- Ilmu Komputer: Tingkat pengangguran 6,1%, pendapatan Rp1,63 miliar.
- Kimia: Tingkat pengangguran 6,1%, pendapatan Rp1,61 miliar.
- Sistem Informasi dan Manajemen: Tingkat pengangguran 5,6%, pendapatan Rp1,63 miliar.
- Kebijakan Publik dan Hukum: Tingkat pengangguran 5,5%, pendapatan Rp1,22 miliar.
- Teknologi Lain-lain: Tingkat pengangguran 5,0%, pendapatan Rp1,61 miliar.
- Hubungan Internasional: Tingkat pengangguran 4,9%, pendapatan Rp1,63 miliar.
- Bahasa Inggris: Tingkat pengangguran 4,9%, pendapatan Rp1,63 miliar.
- Ekonomi: Tingkat pengangguran 4,8%, pendapatan Rp1,79 miliar.
- Ilmu Politik: Tingkat pengangguran 4,7%, pendapatan Rp1,56 miliar.
- teknik Industri: Tingkat pengangguran 4,6%, pendapatan Rp1,76 miliar.
- Sejarah: Tingkat pengangguran 4,6%,pendapatan Rp1,25 miliar.
- Ilmu Komunikasi: Tingkat pengangguran 4,5%, pendapatan Rp1,39 miliar.
- Jurnalisme: Tingkat pengangguran 4,4%, pendapatan Rp1,02 miliar.
Laporan tersebut diharapkan dapat membantu calon mahasiswa dalam membuat keputusan yang lebih terinformasi. Selain minat dan bakat, laporan itu juga menekankan pentingnya mempertimbangkan prospek karier dan potensi pendapatan.
“Pilihlah jurusan dengan prospek industri yang luas dan kebutuhan pasar kerja yang tinggi,” bunyi laporan tersebut pada Jumat (27/6/2025), mengingatkan agar investasi pendidikan yang besar tidak berakhir sia-sia.







