Tutup
Teknologi

JUT Permudah Petani Bondowoso Tingkatkan Produktivitas Tomat

294
×

JUT Permudah Petani Bondowoso Tingkatkan Produktivitas Tomat

Sebarkan artikel ini
petani-sekarang-bisa-‘nyantai’-panen-tomat
Petani Sekarang Bisa ‘Nyantai’ Panen Tomat

Bondowoso – Pembangunan jalan usaha tani (JUT) di Desa Suco Lor, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, memberikan angin segar bagi para petani setempat. Inisiatif ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja secara signifikan.

Salah seorang petani di Suco Lor, Hidayat Jati, menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa jalan ini memudahkan akses ke lahan pertanian. “Petani senang karena motor bisa masuk sampai ke sawah,” ujarnya pada Sabtu (12/7/2025).

Sebelumnya, proses panen tomat dari 1.000 tanaman membutuhkan empat orang tenaga kerja. Namun, dengan adanya jalan yang memadai, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan berkurang menjadi dua orang. Petani kini dapat mengangkut hasil panen sendiri dengan kendaraan yang lebih dekat ke area tanam tomat,sehingga mengurangi ketergantungan pada tenaga angkut.

Sugianto, petani lainnya, menyampaikan bahwa perbaikan akses jalan meningkatkan semangatnya dalam bertani. “tentu saja keberadaan jalan ini membuat potensi penghasilan petani semakin meningkat. Jalan mulus, fulus makin maknyus,” tuturnya dengan penuh semangat.

program pembangunan jalan usaha tani (JUT) ini merupakan inisiatif dari PT East West Seed Indonesia (Ewindo),perusahaan benih sayuran hibrida Cap Panah merah. Senior GM HR and Corporate Secretary Ewindo, Faisal Reza, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendukung petani mencapai ‘Panen Makmur’.

Faisal Reza menambahkan,visi ‘Panen Makmur’ yang diusung perusahaan adalah mewujudkan produktivitas,keberlanjutan,dan kesejahteraan petani secara bersamaan. “Komitmen ini dijalankan melalui enam prinsip utama,” katanya pada Sabtu (12/7/2025). Prinsip-prinsip tersebut mencakup pelayanan unggul, penyediaan varietas benih sayur yang sesuai, pemanfaatan sumber daya alam yang bijak, integrasi teknologi inovatif, penyelarasan dengan kondisi lingkungan lokal, dan mendorong faktor pendukung sistem pertanian hortikultura berkelanjutan.