Tutup
News

Kadin Ajak Pengusaha Perluas Pasar Global di Tengah Tantangan Internasional

175
×

Kadin Ajak Pengusaha Perluas Pasar Global di Tengah Tantangan Internasional

Sebarkan artikel ini
kadin-ajak-pengusaha-perluas-pasar-global-di-tengah-tantangan-internasional
Kadin Ajak Pengusaha Perluas Pasar Global di Tengah Tantangan Internasional

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pelaku usaha untuk lebih aktif dalam memanfaatkan peluang pasar global. Dorongan ini muncul seiring dengan meningkatnya persaingan di kancah internasional.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia,James Riady,menyampaikan bahwa tantangan utama dunia usaha saat ini tidak hanya terletak pada aspek operasional,tetapi juga pada kemampuan membangun visi global. “Potensi indonesia sangat besar, tetapi membutuhkan kerja sama dan pemahaman bersama antarpelaku usaha,” ujarnya dalam acara Monthly Economic Diplomatic Breakfast Kadin indonesia Bidang Luar Negeri, Sabtu (14/6/2025).

James menekankan pentingnya pemikiran lintas batas bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan perusahaan mereka. “Apa pun yang kita butuhkan, kita butuh pasar, kita ke internasional. Kita butuh modal, kita ke internasional. Kita butuh tenaga kerja yang khusus,kita ke internasional,” tegasnya.

Menurut James,Kadin telah memiliki banyak komite bilateral yang aktif,dan mekanisme kerja sama semacam ini akan terus diperkuat.Ia juga menyoroti struktur solid Kadin dari pusat hingga daerah sebagai keunikan organisasi ini. “Ini yang terus kita pupuk setiap bulan supaya bisa lebih diperkuat lagi,” katanya.

Namun demikian, James menyoroti rendahnya kontribusi perdagangan luar negeri terhadap ekonomi nasional yang masih di bawah 40 persen. Ia menambahkan bahwa Indonesia perlu mencari cara untuk meningkatkan porsi perdagangan internasional. “Pasar dunia itu besar, dan kita harus mulai mengambil bagian lebih besar di sana,” imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Bidang organisasi Kadin Indonesia, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, menambahkan bahwa masih banyak tantangan dalam penguatan hubungan internasional, terutama terkait kurangnya informasi yang sampai ke pelaku usaha. Ia menyoroti perlunya perencanaan yang lebih terstruktur ke depan serta komunikasi yang lebih terbuka antara pelaku bisnis dan pemerintah. “Kami ingin diskusi lebih intensif tentang perencanaan tiap bulan ke depan seperti apa,” ungkapnya.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Johni Martha, menyinggung tantangan dalam hubungan dagang dengan Amerika Serikat (AS). Ia menjelaskan bahwa masih ada perbedaan data antara kedua negara mengenai besaran defisit perdagangan.Menurut Johni, AS mencatat defisit 18 miliar dolar AS dari Indonesia, sementara Pemerintah Indonesia menghitung defisit sebesar 14 miliar dolar AS. “Yang 4 miliar nggak tahu ke mana.Tapi yang jelas itu pekerjaan rumah kita bersama,” tuturnya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah membuka peluang sebesar-besarnya di sektor pertanian, perikanan, serta layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Ia menilai forum semacam Monthly Economic Diplomatic Breakfast menjadi penting karena membuka ruang dialog langsung antara daerah dan pelaku usaha nasional. “Forum ini luar biasa. Kami berharap ke depan bisa juga dibawa ke daerah agar pengusaha bisa melihat langsung potensi yang ada,” pungkasnya.