Tutup
Perbankan

KAI Commuter Siapkan Rekayasa Jika Demo Buruh Geruduk Jalur KRL Besok

244
×

KAI Commuter Siapkan Rekayasa Jika Demo Buruh Geruduk Jalur KRL Besok

Sebarkan artikel ini
jalur-krl-tanah-abang-palmerah-berpotensi-ditutup-saat-demo-besok
Jalur KRL Tanah Abang-Palmerah Berpotensi Ditutup Saat Demo Besok

Jakarta – KAI Commuter menyiapkan rekayasa jalur KRL untuk mengantisipasi demonstrasi buruh di Gedung DPR RI pada 28 Agustus 2025.Penutupan jalur KRL Tanah Abang-Palmerah menjadi salah satu opsi yang disiapkan.

Penutupan layanan KRL Rangkasbitung dari Stasiun Tanah Abang hingga Palmerah akan dilakukan jika kondisi jalur tidak kondusif.

“KAI Commuter akan menutup layanan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung mulai dari Stasiun Tanah Abang hingga Stasiun Palmerah jika kondisi jalur tersebut tidak kondusif,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus, rabu (27/8).

Pelayanan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung hanya akan beroperasi hingga Stasiun Kebayoran atau Stasiun Palmerah.

Selain itu, KAI Commuter juga akan merekayasa jadwal perjalanan Commuter Line pada sore hingga malam hari secara situasional.

Fokus rekayasa jadwal ini adalah untuk mengurai kepadatan pengguna, terutama pada jalur Rangkasbitung.

KAI Commuter juga menambah petugas pengamanan di stasiun-stasiun sekitar lokasi demonstrasi.

Total 154 petugas pengamanan disiagakan, dengan rincian: Stasiun Tanah Abang (50 personel), Stasiun Palmerah (53 personel), Stasiun Kebayoran (24 personel), dan Stasiun Karet (27 personel).

Pengguna Commuter Line diimbau mencari alternatif stasiun keberangkatan dan kedatangan selain Stasiun Palmerah.

Penumpang tujuan Serpong atau Rangkasbitung disarankan naik dan turun di Stasiun Kebayoran. Sementara, penumpang tujuan Cikarang, Bogor, dan Tangerang dapat menggunakan Stasiun Karet.

“KAI Commuter juga mengimbau masyarakat dan para pengguna untuk selalu menjaga ketertiban dan keselamatan bersama,” ujar joni.

Aksi demonstrasi buruh di Gedung DPR RI diperkirakan akan diikuti puluhan ribu orang, mulai pukul 10.15 WIB.

Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB) menginisiasi aksi ini dengan enam tuntutan utama, termasuk pembentukan Satgas PHK, penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, dan kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5 persen-10,5 persen.