Padang – Kapolda sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Gatot Tri Suryanta perintahkan seluruh jajaran Polri untuk tidak libur dan fokus membantu warga terdampak banjir dan tanah longsor di lima kabupaten/kota.
Perintah ini disampaikan saat pelepasan bantuan di Mapolda Sumbar, Sabtu (29/11/2025).
“Ada 15 kabupaten/kota yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Namun, lima daerah yang paling memprihatinkan, yaitu Padang, Agam, Solok Kota, Padang Pariaman, dan Tanah datar,” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
Ia menegaskan, seluruh jajaran Polri harus hadir di tengah masyarakat dan tidak ada hari libur untuk membantu korban bencana.
Menurut Gatot, langkah ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, termasuk anggota Polri yang juga menjadi korban bencana alam.
“Sejak 25 November, saya sudah perintahkan seluruh jajaran untuk membantu masyarakat, baik itu bantuan makanan, kesehatan, maupun pembersihan rumah warga dari material banjir bandang,” jelasnya.
Bantuan yang diterima dari Mabes Polri dan sumber lainnya akan segera didistribusikan kepada warga terdampak.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang menjadi korban,” harapnya.
Tinjau Daerah Terparah
irjen Pol Gatot Tri Suryanta telah meninjau langsung daerah Agam, lokasi terparah akibat banjir dan tanah longsor. peninjauan dilakukan melalui udara bersama Basarnas.
“Kami memastikan laporan dari masyarakat bahwa sejumlah titik di daerah Koto Alam dan Palambayan di Agam terisolir. Setelah kami cek,memang benar tidak bisa dilalui kendaraan karena jalan putus akibat banjir dan tanah longsor,” ungkap Gatot.
Untuk mengevakuasi warga terluka dan mendistribusikan bantuan, pihaknya akan menggunakan jalur udara. Dua helikopter dari Basarnas dan TNI telah disiagakan.
“kami sudah kirimkan enam alat berat untuk mengatasi jalan putus di Palambayan. Tadi kami mendapat laporan dari Sekda ada warga luka terbuka dan butuh pertolongan,kami juga sudah kirim helikopter untuk membawa warga tersebut. Di Bandara Lanud,ambulans sudah disiagakan untuk membawa korban ke rumah sakit bhayangkara,” terangnya.
Saat ini, fokus utama adalah Kabupaten Agam, khususnya Palembayan. Beberapa nagari dan jorong di sana terisolir karena banyak jalan yang putus.
“Saat ini kita masuk ke tahapan evakuasi dan rehabilitasi. Data-data ini kita input dari bawah, mulai dari jorong, nagari, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga BNPB,” jelasnya.
Kirim Brimob dan K9
Irjen Pol Gatot Tri Suryanta telah mengirimkan satu kompi brimob (105 personel) ke Palembayan untuk evakuasi dan rehabilitasi.
Selain personel, K9 (anjing pelacak) juga diturunkan untuk membantu evakuasi jenazah yang tertimbun longsor.
“Khusus Palembayan, kita turunkan 1 kompi dan K9. Selain itu, enam alat berat juga sudah dikerahkan,” kata Gatot.
Selama penanganan bencana, Polri telah mengerahkan sekitar 2.400 personel di berbagai daerah di Sumbar.
“Kami juga mendirikan 10 dapur umum, pos pelayanan kesehatan, dan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Prinsipnya, anggota tidak boleh libur membantu masyarakat terdampak,” tegasnya.
terakhir,Gatot memastikan keamanan rumah warga yang mengungsi di tenda-tenda pengungsian.
“Kami sudah tempatkan anggota untuk menjaga rumah warga yang kosong. Kami pastikan keamanan rumah warga di malam hari,” pungkasnya.







