Tutup
Perbankan

KCIC Respons Rencana Danantara Bereskan Utang Kereta Cepat Whoosh

251
×

KCIC Respons Rencana Danantara Bereskan Utang Kereta Cepat Whoosh

Sebarkan artikel ini
kcic-respons-rencana-danantara-bereskan-utang-kereta-cepat-whoosh
KCIC Respons Rencana Danantara Bereskan Utang Kereta Cepat Whoosh

Jakarta – Proyek Kereta cepat jakarta-Bandung (Whoosh) menghadapi tantangan finansial,Badan pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berencana melakukan restrukturisasi utang. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis tersebut demi keberlanjutan proyek.General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan dukungan penuh KCIC terhadap langkah pemerintah dalam menyelesaikan utang Kereta Cepat. “Saat ini KCIC juga rutin melakukan koordinasi dan rapat teknis dengan berbagai pihak untuk membahas langkah-langkah strategis guna memastikan keberlanjutan layanan kereta Cepat Whoosh secara jangka panjang. Koordinasi tersebut melibatkan seluruh stakeholder,” kata Eva, Senin (4/8).

Eva menambahkan, KCIC secara rutin memberikan laporan terkait operasional dan berbagai isu yang membutuhkan dukungan pemerintah kepada Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian BUMN, Danantara, serta PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

sebagai informasi, PSBI merupakan perusahaan patungan hasil konsorsium yang terdiri dari 4 BUMN, yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI, PT Wijaya Karya (persero) Tbk. (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) (PTPN). PSBI sendiri memegang 60 persen saham KCIC dari sisi Indonesia, sementara sisanya dimiliki oleh pihak china.

Investasi pembangunan Whoosh mencapai US$7,2 miliar, membengkak US$1,2 miliar dari target awal proyek senilai US$6 miliar. Konsorsium Indonesia menanggung 60 persen dari pembengkakan biaya tersebut atau sekitar US$720 juta, sedangkan 40 persen sisanya dibayar oleh pihak China.

Sebelumnya, Chief Operating officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai solusi, salah satunya dengan mengajukan restrukturisasi utang. “Memang kereta cepat ini sedang kita pikirkan dan segera akan kita usulkan nanti, tapi kan solusinya masih ada beberapa alternatif yang akan kia sampaikan kepada pemerintah mengenai penyelesaian daripada kereta cepat ini,” ujar Dony usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (23/7).Dony menjelaskan, proyek kereta cepat ini mendapatkan pinjaman dari China Progress Bank (CDB) sebesar Rp6,98 triliun. “Nah ini juga operasionalnya kan sedang kita lihat bagaimana nanti solusi jangka panjangnya mengenai utang-utang daripada konsorsium ini yang cukup besar ya,” imbuhnya.

Menurut Dony, opsi restrukturisasi utang diambil agar tidak mengganggu kinerja PT Kereta Api Indonesia ke depannya. “Tetapi kita ingin penyelesaian kali ini sebuah komprehensif dan tidak mengganggu kepada kinerja PT Kereta Api Indonesia ke depan,” pungkas Dony.

Saat ini, Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang merupakan perusahaan patungan hasil konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan perusahaan asal China. Saham PSBI sendiri dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 51,37 persen, PT Wijaya Karya (persero) tbk sebesar 39,12 persen, PT Perkebunan Nusantara I sebesar 1,21 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 8,30 persen.

Sebanyak 75 persen pembiayaan Proyek Kereta Cepat Whoosh berasal dari dana pinjaman China Development Bank.Sementara sisanya berasal dari setoran modal pemegang saham,yaitu gabungan dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 60 persen dan Beijing yawan HSR Co Ltd sebesar 40 persen.