Tutup
EnergiPerbankan

KemenESDM Terangi Pelosok, Energi Merata Jangkau Masyarakat

189
×

KemenESDM Terangi Pelosok, Energi Merata Jangkau Masyarakat

Sebarkan artikel ini
listrik-terangi-pelosok-negeri,-kemenesdm-wujudkan-pemerataan-energi
Listrik Terangi Pelosok Negeri, KemenESDM Wujudkan Pemerataan Energi

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya mewujudkan pemerataan energi di seluruh pelosok Indonesia, termasuk wilayah-wilayah terpencil.

Upaya ini dilakukan melalui program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa listrik bukan hanya sekadar penerangan, tetapi juga simbol kehadiran negara dan pembuka kesempatan sosial-ekonomi bagi masyarakat di desa-desa terpencil.

“Listrik tidak lagi hanya aspek penerangan,namun meningkatkan pula akses pendidikan,produktivitas,dan taraf hidup masyarakat,” ujar Bahlil,Selasa (21/10).

Program Listrik Desa telah menjangkau 10.068 lokasi dan memberikan manfaat bagi lebih dari 1,2 juta calon pelanggan baru.

Sementara itu, program BPBL di periode 2024 telah dirasakan manfaatnya oleh 155.429 rumah tangga.

Pemerintah menargetkan 215.000 rumah tangga akan merasakan manfaat program ini pada periode Januari-September 2025, di mana 135.482 rumah tangga sudah teraliri listrik.

Bahlil menyebutkan bahwa rasio elektrifikasi nasional saat ini mencapai 99,1 persen.

Sisanya merupakan wilayah yang paling sulit dijangkau, karena rumah-rumah warga tersebar di pulau-pulau terluar dan pedalaman.

Di wilayah-wilayah tersebut, Kementerian ESDM mendorong transformasi menuju energi yang lebih bersih dengan mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

“Pemerintah sudah meresmikan puluhan pembangkit energi terbarukan, mempercepat proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt, dan melibatkan koperasi desa dalam transisi energi,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan seluruh pelosok negeri akan menikmati listrik sepenuhnya pada tahun 2030.

“Setelah 80 tahun merdeka, tidak selayaknya ada warga yang masih mengalami gelap gulita,” tegas Bahlil.

Ruslam, warga Desa Bandar Jaya, Sumatera Selatan, merasakan langsung manfaat program BPBL.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami terang, tanpa harus mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan saya bisa istirahat dengan tenang,” ungkapnya.

Elias Inyomusi, warga Kampung Iraiweri, Papua, menyambut gembira listrik yang kini menerangi rumah-rumah di kampungnya berkat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi.

“Semua rumah itu harus dapat listrik, supaya untuk kami punya anak-anak kami itu bisa belajar, mamak-mamak bisa masak dengan (penerangan) lampu,” kata Elias.