Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh armada Boeing 787-8 Dreamliner yang beroperasi di Indonesia. Tindakan ini merupakan respons terhadap insiden kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad,India.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) mencatat bahwa terdapat 24 maskapai asing yang menggunakan armada Boeing 787-8 Dreamliner dan beroperasi di wilayah udara Indonesia. Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Sokhib Al Rohman, menegaskan bahwa maskapai nasional tidak ada yang mengoperasikan jenis pesawat tersebut. “Berdasarkan data, hingga saat ini maskapai nasional tidak ada yang mengoperasikan jenis pesawat Boeing 787-8 Dreamliner. namun, terdapat 24 maskapai asing yang mengoperasikan jenis pesawat tersebut pada rute internasional dari dan ke Indonesia,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/6/2025).Sokhib menambahkan bahwa Ditjen Hubud akan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh maskapai, termasuk maskapai penerbangan reguler asing yang beroperasi dengan rute yang masuk ke Indonesia. “Direktorat jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat Udara akan meningkatkan pengawasan melalui ramp inspection terutama untuk maskapai asing yang menggunakan jenis pesawat Boeing 787-8 Dreamliner,” tegasnya.
Kecelakaan Air India dengan nomor penerbangan AI 717 terjadi pada Kamis (12/6/2025) di Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat, India. Insiden ini tercatat sebagai kecelakaan pertama yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner sejak diperkenalkan pada tahun 2011.
Meskipun pesawat Boeing 787 telah menghadapi sejumlah masalah mesin yang menyebabkan beberapa maskapai mengandangkan pesawat dan mengurangi jadwal penerbangan, catatan keselamatan Boeing 787 selama beroperasi sejauh ini dinilai masih baik. Namun, Federal Aviation Governance (FAA), otoritas keselamatan penerbangan Amerika Serikat (AS), telah beberapa kali menyelidiki sejumlah kekhawatiran selama bertahun-tahun, termasuk insiden pesawat Latam Airlines yang sempat menukik di udara tahun lalu.
Pada tahun sebelumnya, seorang pelapor pelanggaran (whistleblower) mendesak dalam sebuah sidang di Washington agar seluruh pesawat 787 Dreamliner di seluruh dunia segera dikandangkan karena kekhawatiran terhadap keselamatan pesawat tersebut. Boeing menolak klaim tersebut dan menyatakan keyakinannya terhadap keamanan pesawat yang mereka produksi. Saat ini, lebih dari 1.100 pesawat 787 tengah beroperasi dan digunakan oleh sebagian besar maskapai penerbangan internasional utama.Sebelumnya, dua kecelakaan besar akibat cacat pada pesawat Boeing terjadi pada model 737 Max di Indonesia dan Ethiopia pada 2018 dan 2019. Model 737 Max sempat dilarang terbang selama hampir satu tahun sebelum akhirnya kembali beroperasi secara luas. Bulan lalu, Boeing sepakat membayar lebih dari USD 1,1 miliar dalam kesepakatan dengan Kementerian Kehakiman AS guna menghindari tuntutan pidana terkait dua kecelakaan tersebut.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengucapkan turut berduka cita dan doa terbaik bagi kru dan penumpang,” pungkas Sokhib.
catatan keselamatan penerbangan di India disebut mengalami perbaikan seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri penerbangan dan meningkatnya jumlah penumpang. Kecelakaan terakhir Air India sebelum ini terjadi pada Agustus 2020, melibatkan pesawat Boeing 737-800 milik Air India Express yang tergelincir dari landasan saat mendarat di Bandara Internasional Calicut dalam cuaca buruk.







