Tutup
EkonomiNews

Kementan Genjot Produksi Ayam dan Telur di Luar Jawa

273
×

Kementan Genjot Produksi Ayam dan Telur di Luar Jawa

Sebarkan artikel ini
kementan-siapkan-pemerataan-produksi-ayam-dan-telur-di-luar-jawa,-begini-strateginya
Kementan Siapkan Pemerataan Produksi Ayam dan Telur di Luar Jawa, Begini Strateginya

Sleman – Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya meratakan produksi daging ayam dan telur di luar Pulau Jawa. Langkah ini bertujuan menekan disparitas harga dan menjaga stabilitas pasokan secara nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyampaikan hal ini saat sarasehan di Fakultas Peternakan UGM, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (22/11/2025).

“Pemerintah sekarang mendorong pemerataan produksi daging ayam dan telur di luar pulau Jawa,” tegas Agung.

Agung menjelaskan,produksi telur di Indonesia saat ini mencapai 6,2 juta ton dan daging ayam sekitar 3,8 juta ton per tahun. Jumlah ini, menurutnya, masih mencukupi kebutuhan nasional.

Namun, ia mengakui bahwa 63 persen produksi kedua komoditas tersebut masih terpusat di Pulau Jawa.Hal ini disebabkan ekosistem peternakan di Jawa yang lebih dulu berkembang.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, pemerintah menyiapkan pengembangan klaster produksi ayam petelur dan ayam pedaging di berbagai wilayah.

Tahap awal akan difokuskan di beberapa provinsi, antara lain Aceh, Riau, Sumatra selatan, Lampung, Kalimantan barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara timur, Papua Selatan, dan jawa Timur.

Selain itu, Kementan juga menyiapkan penguatan hilirisasi ayam terintegrasi. Program ini mencakup pembangunan 323 fasilitas industri ayam, mulai dari pembesaran, pemotongan, hingga penyimpanan dingin.

Langkah ini sejalan dengan rencana pemanfaatan anggaran Rp20 triliun untuk mendukung integrasi dan modernisasi sektor unggas.

Tujuannya adalah mewujudkan konsep “Setiap Pulau Mandiri Protein”. Dengan demikian, pasokan protein hewani di berbagai wilayah dapat dipenuhi dari daerah masing-masing.

Agung menambahkan, harga daging ayam nasional saat ini berada di kisaran Rp38.000 per kg,masih di bawah harga acuan pemerintah yaitu Rp40.000 per kg.

“Untuk telur memang agak sedikit melebihi harga acuan, yaitu Rp30.300-an sekian, maksimum di Rp30.000 secara nasional karena memang ada beberapa daerah, khususnya di Indonesia Timur yang harga telurnya di tingkat konsumen di atas Rp30.000,” jelasnya.

Meski demikian, Agung menyebut harga telur di tingkat peternak justru masih berada di bawah Harga acuan Pembelian (HAP).