Tutup
Perbankan

Kementan-TNI Kirim Pangan, Aceh Terpencil Segera Terjangkau

227
×

Kementan-TNI Kirim Pangan, Aceh Terpencil Segera Terjangkau

Sebarkan artikel ini
sinergi-kementan-tni-salurkan-10-ton-bahan-pangan-ke-bener-meriah-aceh
Sinergi Kementan-TNI Salurkan 10 Ton Bahan Pangan ke Bener Meriah Aceh

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama TNI mempercepat penyaluran bantuan pangan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah. Total 18 ton beras didistribusikan melalui jalur darat dan udara.

Tujuannya adalah memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau terpenuhi.

Pada Minggu (21/12), pasukan SPM dari Korem 011/Lilawangsa bersama komunitas bermotor diberangkatkan. Mereka dipimpin langsung oleh Kepala Staf Korem (Kasrem).

Tim ini bertugas menyalurkan 10 ton beras ke Bener Meriah (Gayo Lues) dan Aceh Tengah (Takengon) melalui jalur darat.

Komandan pelaksana kegiatan, Letnan Kolonel Patri Andi Ariyanto, mengatakan pendistribusian melibatkan sekitar 100 personel.Metode khusus disesuaikan dengan kondisi medan.

“distribusi beras menggunakan sepeda motor, setiap personel membawa sekitar 25 kilogram beras,” ujar Patri.Targetnya, 10 ton beras tersalurkan dalam dua hari.

Selain jalur darat,percepatan distribusi juga dilakukan melalui jalur udara. Pesawat Hercules diberangkatkan dari Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh menuju Bandara Rembele.

Pesawat itu mengangkut tambahan 8 ton beras bantuan untuk wilayah terdampak.

Sebelumnya, Kementan melalui program Kementan Peduli telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Aceh sebanyak tiga tahap menggunakan kapal perang TNI AL (KRI).Pengiriman dilakukan bertahap untuk memastikan bantuan menjangkau wilayah terdampak secara merata, termasuk daerah pesisir dan wilayah dengan akses terbatas.

Inspektur Jenderal kementan, Irham Waroihan, menegaskan seluruh proses pengiriman dan pendistribusian bantuan dikawal ketat. Tujuannya agar tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Hal itu disampaikan saat meninjau pelepasan distribusi bantuan beras Kementan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) ke Bener Meriah dan Aceh Utara dari posko Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe.

“Distribusi bantuan kami pastikan berjalan terukur dan diawasi dengan ketat,” ujar Irham.

“Aceh menjadi prioritas karena kondisi darurat yang dihadapi masyarakat, dan bantuan disalurkan bertahap agar pasokan tetap terjaga dan merata,” imbuhnya.Menurutnya, penggunaan jalur laut, darat, dan udara merupakan strategi percepatan distribusi logistik di wilayah dengan tantangan geografis.

“Kami berkolaborasi dengan TNI dan seluruh pemangku kepentingan agar bantuan tidak hanya cepat sampai, tetapi juga benar-benar diterima masyarakat,” katanya.

Selain dari Kementan Peduli,pemerintah juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan logistik lainnya sebagai bagian dari upaya terpadu penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pengiriman bantuan bencana di wilayah Sumatra dilakukan bertahap dan terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Kementan terus berkoordinasi dengan BNPB, kementerian koordinator terkait, kementerian Dalam Negeri, TNI, serta Kementerian Pertahanan. Tujuannya memastikan distribusi bantuan menjangkau lokasi terdampak secara cepat dan tepat.

“Ini adalah kolaborasi untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana,” kata Mentan Amran.

“Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah cobaan bagi kita semua. Karena itu, kita hadir bersama untuk membantu dan meringankan beban mereka,” lanjutnya.

Langkah ini merupakan wujud sinergi kuat antara Kementan dan TNI dalam menjaga ketahanan pangan nasional,khususnya di daerah dengan akses terbatas.Kementan memastikan komitmen untuk terus mendistribusikan pangan secara cepat, tepat sasaran, dan merata, terutama ke wilayah pedalaman.