Tutup
PariwisataPerbankan

Kepala Daerah, Wartawan Berkontribusi, Abyakta Menanti

163
×

Kepala Daerah, Wartawan Berkontribusi, Abyakta Menanti

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Anugerah kebudayaan (AK) PWI Pusat 2026 diberikan kepada tiga wali kota dan tujuh bupati.Mereka dinilai berhasil mempertahankan proposal kebudayaan di hadapan dewan juri.

Penghargaan berupa Trofi Abyakta akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Acara tersebut akan digelar di Banten pada 9 Februari mendatang.

“Mereka berhak menerima Trofi Abyakta,” ujar Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, Selasa (9/1/2026).

Selain kepala daerah, tiga wartawan senior juga menerima Trofi Abyakta. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi mereka melalui komunitas.

Ketiga wartawan tersebut adalah Rahmi Hidayati (Perempuan Berkebaya Indonesia), Seno Joko Suyono (Borobudur Writers and Cultural Festival), dan Nenri Nurcahyo (komunitas Panji).

AK-PWI pusat 2026 menambahkan kategori baru, yaitu wartawan dengan komunitasnya. Sebelumnya, penghargaan hanya diberikan kepada kepala daerah.

Penghargaan ini telah berlangsung sejak HPN 2016 di Lombok. Kemudian berlanjut di Banjarmasin (2020), Jakarta (2021), Kendari (2022), dan Medan (2023).

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengangkat Malang sebagai kota kreatif UNESCO. Bupati Temanggung Agus Setyawan mempromosikan kesenian Kuda Lumping ke kancah internasional.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengangkat Gerbang Sangkareang sebagai landmark baru. Wali Kota Samarinda H. Andi Harun mengangkat sarung tenun sebagai pusaka nasional.

Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit merevitalisasi Mbaru Gendang (rumah adat). Bupati Blora H. Arief Rohman mengaktualisasikan ajaran Samin.

Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menampilkan tarian Cangget Bakha. Bupati Labuhanbatu Hj. Maya Hasmita mengangkat Gema Sahabat.

Bupati Padang Pariaman H. John Kenedy Azis merevitalisasi tradisi Maulik Gadang. Bupati Manokwari Hermus Indou menjadikan Festival Teluk Doreh sebagai penguatan harmoni sosial.

Tiga bupati melakukan presentasi daring.Hal ini dikarenakan berhalangan hadir akibat urusan kedukaan, penanganan bencana, dan acara adat.