Tutup
News

Ketua DPRD Sumbar Motivasi Siswa Solok Jadi Pemimpin Masa Depan

243
×

Ketua DPRD Sumbar Motivasi Siswa Solok Jadi Pemimpin Masa Depan

Sebarkan artikel ini
dari-pabrik-karet-ke-kursi-parlemen,-perjalanan-hidup-ketua-dprd-sumbar-muhidi
Dari Pabrik Karet ke Kursi Parlemen, Perjalanan Hidup Ketua DPRD Sumbar Muhidi

Solok – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, memotivasi para siswa SMK di Kota dan Kabupaten solok untuk menjadi pemimpin masa depan. Motivasi itu disampaikan melalui kisah hidupnya yang penuh perjuangan.

Muhidi berbagi pengalaman hidupnya saat menjadi pembicara dalam Latihan Dasar kepemimpinan (LDK) di SMK Negeri 1 Kota Solok, Rabu (3/9).

Ia menceritakan bagaimana dirinya bekerja di pabrik karet dan menjadi buruh angkut demi membiayai sekolah.

“Waktu SMA, pagi sekolah, setelah itu bekerja di pabrik karet yang harus ditempuh satu jam dengan jalan kaki,” ujarnya.

Selain itu, Muhidi juga pernah menjadi penyelam lokan, tukang kayu, hingga bekerja di usaha fotocopy saat kuliah jurusan fisika.

Setelah lulus, ia mengajar di MTsN sekolah Adabiah dan menjadi dosen di salah satu universitas di Sumatera Barat.

“Semua itu saya jalani dengan sabar.Kuncinya adalah menambah teman, berbagi dengan ikhlas, dan menjadikan setiap kesulitan sebagai peluang,” kata Muhidi.

Menurutnya, kunci menjadi pemimpin adalah bermanfaat bagi orang lain.

Muhidi terjun ke dunia politik karena ingin membawa perubahan besar bagi masyarakat.

“Kalau ingin benar-benar berkontribusi, kita harus berani masuk ke ruang pengambilan keputusan. Itulah mengapa saya memilih jalan menjadi wakil rakyat,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kejujuran, gotong royong, dan ilmu pengetahuan sebagai fondasi kepemimpinan.

“Pemimpin bukan hanya soal memimpin orang lain, tetapi juga merencanakan, mengevaluasi, dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

muhidi berpesan agar siswa terus membaca dan belajar.

“Semakin banyak ilmu yang kalian bagikan, semakin matang pula diri kita. Pemimpin itu harus punya seni mempengaruhi, seni mempertahankan, dan seni mempertanggungjawabkan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan siswa untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan tidak menyakiti perempuan.

Kegiatan LDK ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Mereka menilai kisah hidup Muhidi menjadi bukti bahwa keberhasilan diraih melalui perjuangan dan komitmen untuk bermanfaat bagi sesama.